oleh

Industri Kewalahan Hadapi Pandemi, Petani Pati Masih Gagah

Pati, Mitrapost.com Wakil Bupati Kabupaten Pati Saiful Arifin mengungkapkan banyak industri yang kewalahan mengahadapi pandemi Covid-19.

Mereka melakukan berbagai cara agar bisa bertahan di situasi sulit. Mulai dari pengurangan produksi, melakukan sistem WFH (work from home) bahkan ada yang melakukan pengurangan karyawan.

BPKAD Pati

Meskipun demikian masih ada yang tak kuat menahan gempuran pandemi Covid-19 hingga membuat bangkrut dan menutup usaha.

Namun, hal tersebut tidak dirasakan petani, khususnya petani Pati. Menurut Safin, sapaan akrabnya, petani masih bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19. Walaupun ia tak memungkiri ada dampak yang dirasakan para petani, namun nasib petani masih lebih baik dari pada industri.

“Industri saat ini di tengah pandemi itu drop. Tapi kalau pertanian itu ndak,” ujar Safin saat menghadiri pemberangkatan ekspor produk olahan kacang tanah di PT. Gunanusa Eramandiri, Selasa (17/11/2020) lalu.

Baca juga: Permudah Petani, Dispertan Pati Pinjamkan Alat Panen

Menurut Safin, petani Pati mampu memproduksi 500 juta ton dari pertanian padi per tahun. Sedangkan konsumsi masyarakat Kabuapten Pati hanya 100 juta ton pertahun.

“Kebutuhan kita hanya 100 juta ton. Kita kelebihan dan sudah mendistribusikan ke daerah lain,” jelas Safin.

Safin pun berharap kelebihan jumlah hasil pertanian ini dapat dikemas dengan baik dan dapat distribusikan ke daerah lain bahkan ke manca negara.

Ia juga mengimbau masyarakat, terlebih anak muda, untuk mengelola tanah garapan dari pada pergi ke daerah lain atau menjadi TKI di negara lain.

“Tapi kalau pertanian itu kita punya pasar 250 juta penduduk Indonesia kalau lebih ya diekspor. Ndak perlu keluar negeri tapi kita bisa memanfaatkan tanah garapannya,” tandasnya. (*)

Baca juga: 

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

Tentang Penulis: Umar Hanafi

Gambar Gravatar
Wartawan

Berita Terkait