oleh

Imbas Kemarau Panjang 2019, Tahun Ini Produksi Kopi Pati Turun

Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian Kabupaten Pati mengungkapkan, produksi kopi tahun ini diprediksi alami penurunan 30-50 persen dibandingkan tahun lalu. Hal ini masih terkait oleh dampak musim kemarau panjang di tahun 2019.

“Dibandingkan tahun kemarin tahun ini ada penurunan karena tahun kemarin ada kemarau panjang. Sekitar 30-40 persen turunnya, bahkan di beberapa tempat ada yang sampai 50 persen. Karena kemarau pohon dan daun kopi jadi kering, kemudian tidak berbunga dan berbuah akhirnya tidak produktif,” kata Edy Purwanto, Kasi Agribisnis Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Pati kepada Mitrapost.com, Selasa (24/11/2020).

Baca juga: Petani Rembang Keluhkan Sulitnya Peroleh Pupuk Subsidi

Edy mengatakan pendataan hasil panen kopi tahun 2020 baru dilakukan di bulan Desember 2020 nanti. Untuk perbandingan, di tahun 2019, dari  1.841, 88 hektar lahan kopi di Pati, para petani mendapatkan hasil panen sebanyak 1.227, 429 kg kopi. Artinya dari 1 hektar lahan, para petani mampu menghasilkan rata-rata 790,879 kg kopi.

Tahun ini, selain dihadapkan dengan penurunan produksi, para petani juga dihadapkan dengan fenomena pandemi covid-19. Kendati demikian, harga kopi di pasaran cenderung stabil.

Baca juga: Video : Ikut Pelatihan Kopi Dari Hulu ke Hilir, Pengusaha Pati Berharap Bisa Naik Kelas

“Kalau di harga stabil Rp22 ribu. Memang setelah panen agak lama stabilnya, kemarin mendekati panen harganya sempat Rp19.500 tapi mampu naik sampai Rp22 ribu. Memang pernah turun, tapi sedikit,” terang Edy.

Sekadar Informasi, Kabupaten Pati mempunyai lahan kopi seluas 1.841,88 hektar yang dikelola oleh 5.379 petani kopi yang tersebar di empat  Kecamatan antara lain Gembong, Gunungwungkal, Tlogowungu, dan Cluwak.(*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Komentar

Berita Terkait