oleh

Pupuk Langka, Pemkab Rembang: Distributor Telat Ambil

Rembang, Mitrapost.com – Memasuki masa tanam di Rembang, sulitnya mendapat pupuk masih menjadi keluhan para petani. Menanggapi hal itu, Pjs Bupati Rembang, Imam Maskur mengaku kendala tersebut ditengarai adanya keterlambatan pengambilan pupuk dari pihak distributor.

“Sudah masuk musim tanam, petani butuh pupuk, tapi pupuknya belum ada, permasalahannya truk distributor yang mengambil pupuk dari ke produsen agak terlambat,” kata Imam Maskur, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Hujan Lebat di Rembang, Sejumlah Titik Terjadi Banjir

Tak hanya itu, persoalan lain yang membelit petani Rembang mengenai penggunaan Kartu Tani. Banyak dari mereka yang masih belum paham bagaimana cara penggunaan Kartu Tani, sementara sebelumnya mereka melakukan pengambilan pupuk secara manual.

“Kalo sekarang pengambilan pupuk kan menggunakan kartu tani, sedangkan dulu pakai offline, sedangkan penentuan jumlah kuota pupuk petani kan berdasarkan pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dimulai pada bulan Januari, di sini petani banyak yang tidak mengerti,” ujarnya.

Baca juga: Video : Pemkab Rembang Kembali Kirim Bantuan Korban Banjir di Cilacap

Saat ini pemerintah telah melakukan koordinasi kepada para penyuluh guna mensosialisasikan terkait persoalan pupuk serta Kartu Tani.

Imam Maskur menambahkan, untuk saat ini Kabupaten Rembang telah mendapatkan tambahan kuota pupuk dari pemerintah provinsi. Pupuk Urea mengalami penambahan 500 ton, sedangkan pupuk ZA mendapatkan tambahan 155 ton.

Komentar

Berita Terkait