oleh

Pasien Dibawa Pulang Paksa Bisa Pengaruhi Data Covid-19

Pati, Mitrapost.com – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 sebelumnya merilis Provinsi Jateng sebagai peringkat pertama angka kasus Covid-19 di Indonesia.

Pemerintah Provinsi mengatakan telah terjadi perbedaan data di tingkat pemerintah pusat dan daerah sehingga angka yang diperoleh dobel.

Di Pati, Edy Siswanto selaku Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati mengatakan Kabupaten Pati telah lakukan sinkronisasi untuk menindaklanjuti revisi data di tingkat provinsi tersebut.

Baca juga: Video : Dinkes Pati Konfirmasi Vaksin Covid-19 di Tahun 2021, Begini Bocorannya

“Itu kan data itu kan ada data yang di pusat dan ada data yang wilayah. Sistemnya itu sekarang ini belum terintegrasi, mungkin di sana ada yang lalai inputnya. Kita sudah lakukan sinkronisasi dengan data di provinsi,” kata Edy kepada Mitrapost.com saat ditemui dikantornya kemarin.

Lanjut Edy, pasien Covid-19 yang dibawa pulang paksa juga mempengaruhi data sebaran Covid-19 daerah. Pasalnya ketika pasien dibawa pulang, tim gugus tugas tidak bisa memantau kesembuhan pasien.

Baca juga: Dinkes Pati Lakukan Pembekalan Calon Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19

Imbasnya sang pasien akan terus terdata positif Covid-19, karena tidak diketahui status kesembuhan atau meninggalnya.

“Kemarin ada kriteria banyak. Juga kaitannya mengklasifikasikan sembuh seperti apa. Kalau di rumah sakit kan dapat dimonitor, dirawat, sembuh, pulang. Lha yang di rumah, itu yang jadi selisihnya. Ketika sakit dirawat di rumah sembuhnya belum bisa terpantau,” kata Edy.

Baca juga: 133 Warga Pati Meninggal Positif Covid-19

Meski Jawa Tengah dikabarkan peringkat 1 nasional kasus Covid-19, ia mengimbau agar masyarakat jaga kondusifitas.

Menurutnya, jangan melulu melihat angka kematian atau angka kasus. Tingkat kesembuhan di Pati diketahui sudah mencapai 70 persen.

“Sekarang ini di pati 70 persen sembuh dirawat 20 persenan dan 10 persen meninggalnya,” pungkasnya.(*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Komentar

Berita Terkait