oleh

Kabur dan Jadi Buron 9 Bulan, Penodong di Dermaga BKB Kini Diringkus

Mitrapost.com Penodong di Dermaga Benteng Kuto Besak (BKB), Saribi (30), akhirnya diringkus setelah menjadi buron selama sembilan bulan.

Tersangka Saribi ditangkap saat sedang berjualan ikan di Pasar 10 Ulu Palembang oleh anggota Unit IV Subdit III Jatanras Polda Sumsel. Saat akan ditangkap, tersangka mencoba kabur dari kejaran petugas dan nekat melompat dari jembatan. Akibatnya Saribi mengalami patah pada bagian kaki kanan.

Saribi mengaku beraksi bersama tiga rekan lainnya yakni Rian, Dede dan Mursal yang kini sudah menjalani masa tahanan.

Dalam aksinya, Saribi dan tiga rekannya sedang duduk di dermaga BKB sambil menunggu penumpang.

Tidak lama berselang, kemudian datang korban Riki Putra Ananda (21), warga Desa Sri Agung, Kecamatan Karang Agung Ilir, Kabupaten Banyuasin untuk mengambil barang di speedboat jurusan Karang Agung.

Baca juga: Pelaku Perampokan dan Penyekapan di Desa Karang Malang Akhirnya Tertangkap

Ketika korban berjalan di dermaga, tersangka Rian menanyakan. “Nak Kemano?”. Kemudian dijawab korban hendak mengambil barang. Lalu ditanya Rian lagi. “Apo Jaminan Kau?” korban pun memberikan dompet dan KTP. Dompet tersebut berisikan uang Rp50.000.

Ternyata tersangka Rian kurang puas, lalu korban ditarik ke warung sambil leher dicekik dan ditodong pisau, korban pun mengeluarkan kunci motor. Rian pun minta ditunjukan di mana sepeda motor di parkirkan. Sedangkan Dede dan Mursal mengambil HP korban kemudian langsung kabur. Sementara Rian dan Saribi masih mengurusi sepeda motor korban

“Aku ini kenek speedboat, waktu itu diajak Rian jadi aku ikut saja. Saat korban datang Rian langsung bertanya kepada korban. Bahkan Rian sempat marah saat korban hanya menyerahkan KTP dan dompet yang berisikan uang Rp50 ribu, Rian langsung mencekik korban dan menodongkan pisau yang dia bawa kepada korban,” kata Saribi, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Kapal Tongkang Oleng Diterjang Angin di Perairan Musi, Nahkoda Ditemukan Tewas

Komentar

Berita Terkait