“Januari tanaman sudah tumbuh dan sudah dipupuk, baru ada pupuk (subsidi),” tambahnya.
Di sisi lain, petani dihadapkan dengan tingginya harga pupuk non subsidi. Mahalnya pupuk non subsidi di pasaran dinilai memberatkan petani.
Baca juga: Video : Penebusan Pupuk Bersubsidi Pakai Kartu Tani, Petani Kesulitan Buat Kartu Tani
“Petani tak mampu membeli pupuk non subsidi karena harganya mahal, bisa mencapai Rp300 ribu per karung,” ungkapnya.
Persoalan kesediaan pupuk bersubsidi menjadi masalah pelik yang terus dihadapi oleh petani Pati dari tahun ke tahun. Masalahnya, pemberian pupuk yang harus tepat waktu memaksa petani harus mendapatkan pupuk di saat itu juga.
Baca juga: Warga Masih Kesulitan Dapatkan Pupuk Subsidi, Begini Jawaban DPRD Jawa Tengah
Noto pun menyayangkan hal ini, Ia menilai Pemkab Pati tak tanggap memahami dan mencukupi kebutuhan petani.
“Hingga saat ini belum ada pupuk (subsidi) berarti Pemkab Pati tak paham kebutuhan petani,” ucapnya.
Baca juga: Kekurangan Pupuk Bersubsidi, Dispertan Pati Minta Tambahan ke Pemprov
Ia pun berharap, agar pemkab Pati bergerak cepat dalam mengatasi persoalan yang dihadapi para petani. Karena bila ini terus terjadi dapat merugikan para petani yang tak bisa mendapatkan hasil tanaman yang berkualitas.
“Petani itu tak butuh bantuan macem-macem, terpenting penyediaan pupuk tepat waktu dan tepat guna. Terlebih di musim hujan begini, pemkab perlu memperbaiki irigasi agar pengairan lancar dan tak kebanjiran,” pungkasnya.
Baca juga:
- Video : Pupuk Langka, Dewan Pati Gelar Rapat Kerja Menyoal Pendistribusian Pupuk
- Penegak Hukum Diharapkan Mampu Mendisiplinkan Pengecer Pupuk yang Nakal
- Pupuk Langka, Dewan Pati: Sebab Penyimpangan Distributor
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Atik Zuliati
Redaksi Mitrapost.com







