oleh

Banyak Petani Rembang Belum Kantongi Kartu Tani

Rembang, Mitrapost.com — Masih banyak petani Rembang yang tak memiliki kartu tani, akibatnya banyak dari mereka kesulitan mendapat pupuk bersubsidi.

Program kartu tani yang merupakan agenda Kementerian Pertanian sejak 2017 ini dikeluarkan karena terjadi banyak penyelewengan penggunaan pupuk bersubsidi. Sebelumnya, memang tidak ada kewajiban memakai kartu tani, akhirnya kebijakan ini diterapkan per 1 September lalu.

BPKAD Pati

Baca juga: Alokasi Pupuk Subsidi Rembang hanya Terpenuhi 70 Persen

Mochammad Setiarta selaku Kepala Seksi Pupuk, Pestisida dan Alsintan Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang menjelaskan, inilah yang bisa menghambat penyaluran subsidi pemerintah karena sekarang lebih diarahkan pada bantuan langsung dan penebusan lewat kartu tani.

Setiarta menjelaskan, kebijakan ini sudah disosialisasikan dengan kecamatan agar mengimbau petani untuk mendaftarkan diri ke RDKK ke balai Rembang. Namun, hingga sekarang tetap saja banyak petani yang belum masuk ke database.

Baca juga: Penebusan Pupuk Bersubsidi Pakai Kartu Tani, Petani Kesulitan Buat Kartu Tani

“Jumlah petani yang sudah masuk ke database dari 80.026 petani, kartu taninya baru terdistribusi 92 persen” jelasnya, Selasa (22/12/2020).

Tak sedikit petani yang kelimpungan mendapatkan pupuk subsidi lantaran tak mengantongi kartu tani.

Baca juga: Dewan Pati Berharap Mesin EDC Diaktifkan, Agar Kartu Tani Bisa Segera Digunakan

Setiarta memperkirakan, terkendalanya pendistribusian kartu tani sebab adanya sejumlah kendala di tingkat desa.

Pihaknya pun sudah menginstruksikan juga kepada BRI supaya segera mendistribusikan kartu tani yang belum sampai ke petani yang dibantu oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Menurutnya, tahun depan akan banyak petani yang masuk ke database dengan kartu tani yang baru.(*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Berita Terkait