oleh

Dewan Pati Akui Pemberlakuan PPKM Tak Signifikan Atasi Covid-19

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Pati, Mitrapost.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Warsiti merespons dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan angka Coronavirus Desease atau covid-19 jilid pertama.

Angggota dewan dan politisi di Partai Hanura itu mengatakan, meski ia mengakui efektif, pemberlakuan PPKM tak  berpengaruh signifikan.

Baca juga: Pendaftaran Sertifikat Elektronik, Dewan: Perlu Adanya Sosialisasi

“Untuk PPKM pertama menurutku efektif-nya ya efektif, cuman kurang berhasil. Terbukti masih banyaknya dan bahkan bertambahnya kasus wabah Covid-19,” kata Warsiti saat dimintai pendapat Mitrapost.com, Selasa (26/1/2021).

Berdasarkan laman website covid9.patikab.go.id, sebelumnya adanya PPKM angka kasus Covid-19 aktif terdeteksi ada 101 kasus. Dua minggu setelahnya atau tanggal 25 Januari 2021, angka kasusnya bertambah menjadi 105 kasus.

Baca Juga :   Dewan Pati Berharap Operasi Yustisi Dilakukan di 21 Kecamatan

Baca juga: Warga Keluhkan Sejumlah Jalan Rusak, Dewan Dorong Perbaikan

Kendati demikian, Warsiti mendukung penuh keputusan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk memperpanjang program ini. Ia optimis langkah preventif PPKM Jilid dua akan berdampak signifikan pada penurunan angka kasus Covid-19 di Pati.

Apalagi ada pernyataan dari Bupati Kabupaten Pati Haryanto yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pati yang mengatakan bahwa Pati sudah masuk zona oranye.

Warsiti meminta warga Pati untuk kooperatif terhadap peraturan yang diberlakukan pemerintah agar pandemi Covid-19 segera berakhir, atau setidaknya angka pasiennya menurun.

Baca juga: Instansi Pemerintah Sempat Tak Bayar PBB, Dewan: Seharusnya Beri Contoh Baik

Baca Juga :   Rencana Penerapan Tilang Elektronik, Cegah Penyimpangan saat Razia

“Di bandingkan tanpa ada aturan PPKM. Dan dengan dipepanjangnya PPKM semoga masyarakat yang kurang sadar akan bahayanya Covid 19 termotivasi untuk menaatinya, karena aturan di buat dengan tujuan baik agar Covid19 tidak menyebar,” ujar Warsiti.

PPKM sebelumnya direncanakan berlangsung dari tanggal 11-26 Januari 2021, namun kebijakan ini  diperpanjang dua pekan kedepan atau sampai 8 Februari 2021 dengan harapan angka kasus covid-19 menurun signifikan.(Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Baca Juga :   Ini 6 Tujuan Adanya Raperda CSR di Pati

Redaktur: Atik Zuliati

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral