oleh

Dewan Minta Kompensasi ‘Jateng di Rumah Saja’, Perlu Dikalkulasi Detail

Pati, Mitrapost.com – Gubernur Jawa Tengah telah menetapkan aturan baru tentang pelaksanaan gerakan “Jateng di Rumah Saja” pada 6-7 Februari 2021.

Keputusan ini ditandai dengan terbitnya Surat Edaran (SE) nomor 443.5/0001933 tentang Peningkatan Kedisiplinan dan Pengetatan Protokol kesehatan pada PPKM tahap 2.

Gerakan ini merupakan kelanjutan dari evaluasi program pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali yang dicanangkan sejak tanggal 11/2/2021 kemarin.

Baca juga: Dewan Pati: Kriteria Vaksinasi Harus Diperhatikan

Ganjar dalam video conference bersama jajaran Forkompimda Kabupaten Pati mengungkapkan bahwa pelaksanaan PPKM jilid 2 yang memasuki pekan ketiga dinilai gagal lantaran masih adanya peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah daerah yang ada di Jawa Tengah.

Menyikapi gerakan ini, berbagai pihak meminta Pemprov Jawa Tengah menyiapkan kompensasi ekonomi kepada masyarakat yang terdampak kebijakan tersebut.

Salah satunya ialah Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah. Politisi dari Partai PKB ini berharap pemerintah menyiapkan kalkulasi yang detail jika memang berniat memberikan kompensasi kepada warga.

Baca juga: Dewan Nilai ‘Jateng di Rumah Saja’ Efektif Jika Pemprov Beri Jaminan Finansial

“Itu butuh kalkulasi yang detail,” kata Anggota Dewan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu saat dimintai pendapat Mitrapost.com belum lama ini.

Gerakan Jateng di Rumah Saja sudah diinfokan kepada warga Pati seja rapat antara Gubernur Jateng dan Forkopimda Kabupaten Pati (1/2) kemarin.

Dalam pelaksanannya masyarakat diwajibkan beraktivitas di rumah selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu. Pemantauan kepada warga akan dilakukan oleh Kepala Daerah masing-masing.(Adv/MA/AZ/SHT)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Tentang Penulis: Moh. Anwar

Gambar Gravatar
Wartawan Area Kabupaten Pati

Berita Terkait