oleh

Libur Panjang Imlek, ASN Dilarang Bepergian Keluar Daerah

Semarang, Mitrapost.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali menegaskan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak berkegiatan ke luar daerah selama libur panjang Imlek 2572.

Hal tersebut sebagaimana telah disampaikan dalam Surat Edaran Nomor 4/2021 yang diterbitkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI. Imbauan tersebut disebutkan tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri sipil (PNS) selama libur Imlek 2021.

Larangan ASN dan keluarganya bepergian ke luar daerah dan atau mudik selama periode libur Imlek berlaku pada 11-14 Februari 2021.

Surat Edaran itu berpedoman pada Keputusan Presiden Nomor 11/2020 dan Keputusan Presiden Nomor 12/2020.

Baca juga: Memaknai Tradisi Perayaan Hari Raya Imlek

Ganjar mengatakan, dengan mematuhi edaran tersebut, ASN bisa menjadi percontohan kepada warga untuk tetap di rumah saja. Sehingga membantu mengurangi potensi penyebaran Covid-19.

“Sudah ada surat dari Pak Menpan agar seluruh ASN di rumah saja selama libur panjang, kecuali memang mereka menjalankan tugas dengan harapan kita bisa bersama-sama memberikan contoh, mengedukasi publik, dan kita bisa mengurangi potensi-potensi penyebaran covid,” ucap Ganjar di kantornya, Kamis (11/2/2021).

Ganjar membayangkan, bila seorang ASN memiliki empat anggota keluarga, maka akan ada ratusan ribu orang yang tidak keluar rumah selama libur panjang. Tentu saja, hal ini akan berdampak pada penularan Covid-19.

“Belum lagi kalau dia membantu temannya, tetangganya, saudaranya untuk tidak ikut (bepergian selama libur panjang), maka kita harapkan kita akan bisa memotong proses penularan Covid itu jauh lebih cepat,” tegasnya.

Baca juga: Tetap Rayakan Imlek, Pemkot Semarang Ajak Streaming Film ‘Nasihat’

Secara pelaksanaan, ASN yang hendak bepergian diminta untuk izin pada Sekda, atau staf yang di bawahnya izin pada kepala dinas.

“Kita sudah menyampaikan dan semua yang mau keluar kalau memang itu penting izin dulu pada Sekda. Dan yang staf di bawahnya izin dulu pada kepala dinas. Kalau nanti nekat, kita sudah punya regulasi dan aturan yang sifatnya internal dari kita,” tandasnya. (*)

Baca juga: Klenteng Hok Tik Bio Pati Rayakan Imlek dengan Kegiatan Sosial

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Mitrapost.com

Berita Terkait