oleh

PPKM Berjalan Efektif, Jateng Lepas Status Zona Merah

Semarang, Mitrapost.com Provinsi Jawa Tengah lepas dari status zona merah persebaran kasus Covid-19. Hal tersebut setelah penerapan dua kali pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’, serta PPKM skala mikro yang saat ini masih berjalan. Kini Jawa Tengah berubah menjadi zona oranye dengan tidak ada zona merah di 35 kabupaten/kota.

Menurut data, gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’ yang berlangsung selama dua hari pada 6 dan 7 Februari mulai menunjukkan dampak signifikan. Penurunan angka kematian, hingga angka terkonfirmasi mulai terlihat di minggu ke-6.

“Jadi kasus aktifnya menurun, bahkan untuk pertama kali kemarin saya dilapori yang terkonfirmasi sudah menurun juga,” ungkap Ganjar usai rapat Koordinasi Percepatan Penanganan COVID-19 di lantai 2 Kantor Setda Provinsi Jawa Tengah, Senin (15/2/2021) kemarin.

Baca juga: Dari Segi Penanganan Kesehatan, PPKM di Jateng Menunjukkan Hasil Positif

Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang diterima Ganjar pada 18-24 Januari yang masuk zona merah diantaranya Kabupaten Grobogan, Klaten, Kendal dan Kota Semarang. Sedangkan 25-31 Januari zona merah meliputi Kabupaten Kendal, Karanganyar, Cilacap, Blora dan Kebumen.

Namun, angka penyebaran Covid-19 terus menurun hingga 1-7 Februari 2021, dengan demikian Provinsi Jawa Tengah tidak ada zona merah.

“Hari ini kabarnya bagus, kalau kita lihat gambar terakhir sekarang tidak ada lagi zona merah, semuanya oranye, tapi kuningnya belum. Makin hari, makin turun. Angka terkonfirmasi turun dan angka kematian juga turun. Ini bagus,” jelas Ganjar.

Baca juga: Vaksinasi Tahap Dua Akan Dimulai Pekan Ketiga Februari

Ganjar juga menjelaskan, gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’ ternyata berhasil menurunkan mobilitas masyarakat yang berpengaruh pada angka penularan Covid-19.

“Kemarin dari dua hari di rumah saja, ternyata dari sisi pergerakannya turunnya luar biasa, 40-50% lebih, jadi ini menurut saya berita yang cukup baik. Ini gambar-gambar yang menurut saya menunjukkan optimisme kita,” ucap Ganjar.

Selain itu per hari Senin (15/2/2021) Bhabinkamtibmas dan Babinsa mulai dilatih untuk membantu sistem tracing atau pelacakan kasus penyebaran Covid-19.

“Harapannya ini yang nanti akan kita BKO (Bawah Kendali Operasi) kan untuk di puskesmas sehingga tracing bisa dilakukan lebih banyak, testing-nya bisa dilakukan lebih banyak, sehingga dikerja samakan gitu,” ujar Ganjar.

Baca juga: Kasus ‘Pak Ganjar Tak Pernah Salat’ Diusut Krimsus Polda Jateng

Lebih lanjut, pihaknya akan terus memantau pelaksanaan PPKM Mikro. Terutama pada sistem tracingtesting serta pendistribusian antigen yang sudah dibagikan dari pemerintah pusat.

“Jadi dari apa yang ada ini, nanti kita tinggal menyiapkan satu soal skenario vaksin dan skenairo PPKM di beberapa titik. Jadi PPKM nanti ada yang menyiapkan tracer-nya, testing-nya, kemudian antigen yang mulai dibagikan dari Jakarta ke beberapa titik. terus kemudian tempat isolasi mandiri di desa yang juga dimasukan kategori PPKM,” tandas Ganjar. (*)

Baca juga: Purna Tugas, Bupati Blora Mohon Pamit

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Mitrapost.com

Berita Terkait