oleh

Entaskan Stunting, Pemkab Temanggung Gandeng Poltekkes

Temanggung, Mitrapost.com Pemerintah Kabupaten Temanggung menggandeng Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Semarang untuk mengatasi masalah stunting pada bayi di Kecamatan Gemawang. Hal tersebut lantaran di Kecamatan Gemawang mempunyai angka stunting yang cukup tinggi.

“Stunting masih menjadi PR di Kabupaten Temanggung, khususnya di daerah Gemawang, karena Gemawang adalah daerah yang masih banyak stuntingnya. Semoga dengan adanya kerja sama ini, bisa membebaskan permasalahan stunting dan karies gigi di Kecamatan Gemawang,” ujar Wakil Bupati Temanggung, Heri Ibnu Wibowo, Senin (2/3/2021).

Tingginya angka stunting di Rembang juga disebabkan rendahnya kesadaran ibu hamil untuk mengonsumsi makanan yang bergizi, terutama yang mengandung yodium. Selain itu, pemahaman tentang pentingnya menjaga pertumbuhan anak saat usia balita masih harus ditingkatkan.

Baca juga: Begini Cara Menangani Stunting Secara Mandiri

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, angka penderita stunting di Kabupaten Temanggung mencapai 7.143 orang balita. Dari jumlah tersebut Kecamatan Gemawang menjadi kecamatan yang paling banyak menderita stunting, yakni mencapai 384 orang balita.

Sementara, Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang, Marsum, menjelaskan kerja sama ini akan diadakan pelatihan bagi kader kesehatan di Kecamatan Gemawang. Para kader akan diajari untuk memahami, menguasai dan mempunyai keterampilan untuk mencegah karies gigi dan menjaga agar ibu hamil tetap sehat, sehingga bayi yang dilahirkan tidak stunting.

“Jika ditemukan stunting, para kader juga bisa mengelola dan diberi perhatian agar bisa sembuh. Kita dari Poltekkes Kemenkes Semarang dalam kerja sama ini menurunkan sekitar 15 (orang) tenaga ahli dan mahasiswa yang akan melakukan pedampingan kurang lebih enam bulan,” katanya.

Baca juga: Kasus Gizi Buruk di Pati Mengalami Peningkatan, Ekonomi Keluarga Bukan Faktor Utama

Sementara itu, Denty Eka Widi, angota DPD RI Dapil Jawa Tengah yang menjembatani terwujudnya kerja sama tersebut menuturkan kerja sama tersebut juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, salah satunya melalui pengelolaan pisang.

“Saya selaku DPD menyediakan salah satu bahan bakunya, berupa bibit pisang untuk dipelihara, sekaligus juga untuk menyukseskan tani pekarangan yang merupakan program Pemerintah Kabupaten Temanggung,” kata Denty.

Bibit pisang yang merupakan bantuan dari DPD RI sebanyak 50 buah akan dibagikan kepada 50 sasaran binaan Poltekkes Kemenkes Semarang, dan diharapkan untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing.

“Semoga hasilnya nanti akan bisa diolah menjadi beberapa macam olahan mulai dari buahnya, batangnya, daunnya, semuanya. Karena kita juga mendatangkan praktisi-praktisi pisang dan pohonnya,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Hotel Kencana Jadi Tempat Karantina hingga Pandemi Berakhir

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Mitrapost.com

Berita Terkait