oleh

Awal Pandemi Tak Banyak Berimbas Pada Karyawan di Rembang

Rembang, Mitrapost.com Dampak pandemi Covid-19 selama satu tahun terhadap tenaga kerja di Rembang cukup signifikan meski tidak ada PHK atau pemutusan hubungan kerja.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Teguh Gunawarman tidak membantah adanya perusahaan yang terpaksa merumahkan karyawan karena pandemi. Sebab hak itu terkait aktivitas produksi yang tidak maksimal.

“Dampaknya awal-awal itu hanya dirumahkan tok,” ujar Teguh, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: Dampak Pandemi di Sektor Ekonomi Akan Membangkitkan Hukum Pareto

Menurut datanya, ada sekitar 300 karyawan dari sejumlah perusahaan yang terpaksa dirumahkan. Mereka terdiri dari karyawan tetap maupun pekerja lepas atau freelance.

“Sebanyak 300 atau 297 sempat melaporkan segitu itu terjadi waktu awal aja. Karena produksi mandek otomatis karyawan mandek juga to. Kebijakan internal merumahkan itu sebagian ada yang karyawannya pure di situ ada yang karyawan lepas.”

Lebih lanjut, Teguh mengklaim dampak ini tidak terlalu parah jika dibanding dampak yang dialami daerah lain. Tolak ukur ini juga berlaku pada industri yang berjalan di Rembang secara kontribusi.

“Secara umum lancar, cuman ada industri tertentu pada saat itu (saat periode awal Covid-19), ekspor berhenti total.  Artinya total buyer yang A, misal China ini total.  Tapi take over ke buyer lain.  Sehingga tidak begitulah dibanding daerah yang lain,” tutupnya. (*)

Baca juga: UMK Rembang Naik, Belum Ada Perusahaan Ajukan Penyesuaian Gaji

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa

 

Tentang Penulis: Aziz Afifi

Gambar Gravatar
Wartawan Mitrapost.com Area Rembang dan Blora

Berita Terkait