oleh

Pembelajaran Tatap Muka di Semarang Tunggu Petunjuk Pusat

Semarang, Mitrapost.com Pemerintah kembali merencanakan pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka pada bulan Juli mendatang. Wali Kota Semarang melalui Sekda Iswar Aminudin mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat

“Kalau tatap muka kita menunggu petunjuk dari pemerintahan pusat. Kalau harus kita laksanakan tanggal berapa dan bulan berapa kita manut. Bagaimana kita persiapan di lapangan yang didalamkan lagi,” jelas Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswar Aminudin, Rabu (3/3/2021).

BPKAD Pati

Pemerintah Kota Semarang sebenarnya telah melakukan beragam persiapan dalam menyambut rencana pembelajaran tatap muka. Mulai dari melakukan simulasi tatap muka yang telah dilakukan pada 2020 kemarin, hingga menerapkan protokol kesehatan lengkap di tiap sekolah. Serta tahapan vaksinasi untuk para tenaga pendidik.

Baca juga: Dikti Kemendikbud Bahas Rencana Pembelajaran Tatap Muka di Kampus

Iswar berharap, ke depannya para pelajar sekolah di Kota Semarang mendapat prioritas vaksinasi Covid-19. Sebelumnya para tenaga pendidik dan guru telah mulai mendapatkan vaksinasi pada gelombang kedua.

“Ini kan janji Pak Presiden semuanya dapat, cuma tahap sekarang baru pelayan publik dan lansia termasuk di dalamnya tenaga pendidikan. Pemerintah pusat memang menjanjikan semua dapat, termasuk untuk para siswa,” ungkapnya.

Selain itu dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro, diharapkan bisa semakin menekan penyebaran Covid-19 di Kota Semarang. Menurutnya, upaya tersebut akan berhasil, jika didukung dengan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan yang semakin meningkat.

Baca juga: Pembelajaran Online Tak Efektif, Disdikbud Diminta Segera Buat SOP KBM Tatap Muka

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Kadar Lusman mengatakan, sebenarnya banyak dari wali murid yang menginginkan sekolah segera dibuka kembali. Namun, memang perlu persiapan dari masing-masing sekolah, sambil menunggu pemerataan vaksinasi untuk tenaga pendidik dan siswa sekolah.

“Pembelajaran tatap muka memang diharap oleh orang tua dan siswa, karena sudah lama sekali dan anak anak pada jenuh. Tapi, kekhawatiran juga muncul. Seperti tadi yang disampaikan orang tua, yakni tatap muka berjalan dan kesehatan juga harus berjalan,” jelas pria yang akrab disapa Pilus ini.

Menurutnya, simulasi pembelajaran tatap muka harus dilakukan pihak sekolah, sebelum proses pembelajaran tatap muka berlangsung. Agar penerapan protokol kesehatan benar-benar diterapkan di lingkungan sekolah, baik dari guru ataupun para siswa. (*)

Baca juga: Seleksi Guru PPPK Dibuka, Disdik Pati: Masih Progresif

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Mitrapost.com

Berita Terkait