oleh

Petani Masih Terkendala Validasi Data dan Penggunaan Kartu Tani

Pati, Mitrapost.com Program Kartu Tani di Kabupaten Pati, Jawa Tengah hingga kini belum terlaksana secara maksimal sebab masih banyak petani yang belum memilikinya. Kondisi ini setidaknya dialami oleh petani di Kecamatan Kayen.

Menurut Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kayen, Susilohadi, mengatakan masih banyak kendala dalam penggunaan kartu tani. Yakni mulai dari kendala validasi data hingga penggunaannya.

“Terjadi permasalahan di lapangan. Seperti nama yang tertera pada kartu tani sulit ditemui, rekening tabungan petani belum diisi saldo yang berguna untuk melakukan transaksi pembelian pupuk, dan ada pula kendala yang dihadapi karena masalah NIK yang tidak sinkron,” jelas Susilohadi, Jumat (12/3/2021).

Dari kendala-kendala tersebut, menurut Susilohadi, permasalahannya masih banyak petani yang belum paham betul tentang program kartu tani sehingga antusiasme dalam mengurus pembuatannya masih kecil.

Baca juga: Penuhi Hak Petani, Program Kartu Tani Perlu Dioptimalkan

Dari pihak BPP Kayen, lanjutnya, sudah sering melakukan sosialisasi, akan tetapi masih ada petani yang tergabung dalam kelompok dan tidak aktif menghadiri setiap kali ada pembahasan.

“Kami berulang kali melakukan sosialisasi kepada petani melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL).”

Padahal dengan adanya kartu tani, mereka akan lebih mudah mendapatkan hak berupa pupuk bersubsidi.

Program kartu tani bertujuan agar penyaluran komoditas bersubsidi tepat sasaran. Diperuntukkan kepada petani di setiap daerah di Indonesia yang terverifikasi di dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Baca juga: Pupuk Subsidi di Pati Aman, Distribusi Dilakukan Sesuai Prioritas

Menurut Sugiharto, Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), sejumlah keluhan yang sering disampaikan petani adalah petani yang belum terdaftar atau sudah terdaftar tetapi kartu tani belum jadi.

“Sehingga mereka kebingungan untuk mengurus permintaan pupuk subsidi. Tetapi dari Dispertan mengarahkan kepada petani bilamana mereka belum memiliki identitas/bukti terdaftar di e-RDKK, maka mereka bisa menunjukkan KTP dan menuliskan data diri”, ungkapnya.

Dispertan berupaya tidak ada hambatan dalam urusan verifikasi data petani, salah satunya dalam mengurus Kartu Tani. (Adv)

Baca juga: BPP Kecamatan Gabus Gencarkan Penyuluhan Sistem Pertanian Organik

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

Berita Terkait