oleh

Tindak Lanjut Kasus Limbah di Rembang, Satreskrim Kantongi Sejumlah Nama

Rembang, Mitrapost.com – Perkembangan penanganan kasus pembuangan puluhan ribu ton limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Desa Jatisari, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah kini terus bergulir. Namun, sedikit demi sedikit sudah menunjukkan titik terang.

Kepolisian Rembang masih terus melakukan Penyelidikan dan memperdalam kasus ini. Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Bambang Sugito saat ditemui oleh wartawan seusai konferensi pers penangkapan dan pengungkapan spesialis pencurian traktor di halaman Reskrim Polres Rembang.

Ia menjelaskan sampai saat ini pihaknya masih melakukan proses penyidikan dan penyelidikan. Untuk gelar perkaranya ia akan mengadakan gelar perkara ke dua dari total keseluruhan tiga kali gelar perkara.

Baca juga: Rembang Siapkan Pelaksanaan Uji Coba PTM

“Nanti ada gelar perkara yang kedua, dalam gelar perkara terdapat 3 kali tahapan. Kemudian pada gelar terakhir, ada beberapa hal yang harus kami lakukan, sehingga penyidikan dan penyelidikan kami bisa sempurna,” terangnya.

Saat ini, lanjut Bambang dari hasil gelar perkara, sudah ada beberapa nama yang sudah di ajukan, kemungkinan keputusannya dalam waktu beberapa minggu ke depan sudah dapat diperoleh.

“Tersangka lebih dari satu orang, mereka disangkakan tentang undang-undang lingkungan hidup, mencakup pencemaran dengan limbah B3,” jelasnya.

Bambang menambahkan target ini harus kami tuntaskan, untuk waktunya tidak di batasi.  “Terkecuali kami sudah melakukan hal-hal yang sifatnya upaya paksa. Jadi terkait batasan waktu, nantinya sampai selesai,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, pada April 2020, sebanyak kurang lebih 7.500 ton material tanah yang diduga limbah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) dibuang ke Desa Gandri Rojo, Kecamatan Sedan. Selanjutnya pada Mei 2020, sebanyak 11.000 ton limbah dibuang ke Desa Jatisari, Kecamatan Sluke, Rembang.

Pembuangan limbah itu diprotes warga karena diduga menyebabkan perkebunan cengkih yang mereka miliki tak lagi bisa dipanen. Tak hanya itu, warga juga memprotes terkait limbah itu pula yang menyebabkan tanaman bawang mati, ternak-ternak keracunan, hingga kadar air di sekeliling limbah tidak dapat dikonsumsi lagi. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Tentang Penulis: Aziz Afifi

Gambar Gravatar
Wartawan Mitrapost.com Area Rembang dan Blora

Berita Terkait