oleh

Hasiarnas Ke-88, Ganjar Berpesan Ada Kontrol Konten dalam Penyiaran

Surakarta, Mitrapost.com Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berperan sebagai Petruk pada event peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke-88 yang berlangsung di Auditorium Sarsito Mangunkusumo RRI Surakarta, Kamis (1/4/2021).

Ganjar memakai beskap lurik Klaten dan sarung batik Solo luwes berakting hingga melontarkan lelucon. Ia juga beradu peran dengan Menteri Kominfo Johny G Plate sebagai Semar, Deny Cagur sebagai Gareng, Azis Gagap sebagai Bagong, dan Parto Partrio sebagai pengarah lakon alias dalang.

Selain itu, nampak hadir Ketua KPI Agung Suprio sebagai Arjuna, Desy ekspersonel JKT 48 sebagai Srikandi, serta Mahalini sebagai Kunthi.

Pada kesempatan tersebut, Ganjar sekaligus menyosialisasikan budaya gotong royong dalam membantu percepatan penanganan pandemi.

Baca juga: Pernah Diusulkan Jokowi, Surakarta Jadi Tuan Rumah Hasiarnas Ke-88

Di Jateng, sebutnya, ada program Jogo Tonggo yang dilakukan di kalangan masyarakat. Kegiatan utamanya saling jaga antartetangga.

“Yang harus dilakukan adalah menjaga antar tetangga. Di sini ada Jogo Tonggo, yang sakit diantar ke rumah sakit. Yang kurang makan dibantu kekuatan tetangga. Mungkin yang tidak punya pulsa, sinyal untuk sekolah, Kominfo hadirkan infrastrukturnya,” ujarnya.

Ganjar juga berpesan, agar lembaga penyiaran meningkatkan kualitas konten. Ia berharap semua pihak, termasuk Komisi Penyiaran Indonesia, ikut mengontrol.

“Ya dikontrol, ada KPID juga. Konten yang penting dibicarakan bersama, agar kita punya spirit semangat bersama. Supaya menatap masa depan tidak soal ribut dan negatif, tapi sesuatu yang menyemangati,” paparnya.

Baca juga: Siaran TV Analog Bakal Dihentikan November 2022

Sementara itu Johny G Plate menyampaikan, agar warganya senantiasa patuh akan instruksi kesehatan pemerintah. Satu di antaranya adalah pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Selain itu, ia juga mengimbau agar informasi selama wabah disampaikan dengan benar.

“Informasi yang disampaikan kepada masyarakat bisa membantu masyarakat untuk melaksanakan kegiatan dengan aman,” ujar Johny.

Terkait Harsiarnas ke-88, Johny menyebut sebagai momen besar.  Terlebih, menurutnya, pada November 2022 akan dilakukan Analog Switch Off (ASO).

“Ini sejarah panjang penyiaran Indonesia harus kita teruskan di era digital.  Industri nasional harus jadi pemain utama kita perlu lihat regulasi jaga co eksistensi antara penyiaran mainstream dengan pemain baru over the top, agar seimbang.  Secara khusus perhatikan publisher right dan intellectual property right, agar memungkinkan mainstream media player kita bersaing sehat,” ungkapnya

Ditambahkan, saat ini proses simulcast televisi digital tengah berjalan. Oleh karenanya, pihaknya bekerja sama dengan Lembaga Penyiaran Publik dan swasta serta televisi lokal, menjelang Analog Switch Off pada November tahun depan.

Johny menyebut, banyak keuntungan dengan pelaksanaan penyiaran digital.“Digitalisasi pertelivisian itu akan membuat manajemen dan rata kelola spektrum frekwensi yang lebih efisien. Karena terdapat digital deviden yang bisa digunakan untuk frekwensi spektrum telekomunikasi,” pungkas Johny. (*)

Baca juga: Biar Nggak Salah Tonton, Kenali Rating dalam Film dan Tayangan Televisi

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Mitrapost.com

Komentar

Berita Terkait