oleh

Kopi Jadi Komoditas Unggulan Petani Tlogowungu

Pati, Mitrapost.com – Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Sri Ratnawati mengungkapkan bahwa komoditas tanaman kopi di Kecamatan Tlogowungu menjadi komoditas unggulan.

Pasalnya, komoditas tanaman kopi di Tlogowungu telah mendapat perhatian dari banyak pihak. Termasuk dari Komunitas Organik Jawa Tengah.

Ia menyebut jika pada 2019 salah satu perkebunan kopi di Tlogowungu telah memperoleh sertifikat organik. Yakni Kelompok Tani Wana Lestari Pangonan, yang berada di Desa Gunungsari.

Baca juga: News Grafis : Dispertan Tingkatkan Budidaya Kopi Lokal

“Kelompok Tani Wana Lestari Pangonan telah memperoleh sertifikasi organik. Karena terdapat areal lahan yang proses pembudidayaannya dilakukan secara alami tanpa adanya zat kimia,” ungkapnya kepada Mitrapost.com, Kamis (1/4/2021).

Dirinya mengaku bangga atas pencapaian tersebut karena hal tersebut tidak terlepas berkat peranan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari BPP yang ia pimpin.

“Kami sangat disiplin dalam melakukan pendampingan serta penyuluhan petani di sini,” tegas Ratnawati.

Berdasarkan catatan BPP Tlogowungu, Kecamatan Tlogowungu memiliki luas wilayah 9.446 hektare. Sementara itu, 565 hektare lahan terdiri dari perkebunan kopi. Desa Gunungsari menjadi lahan kopi terluas mencapai 400 hektare.

Baca juga: Dewan Pati Minta Pemkab Branding Produk Unggulan Kopi Pati

Jumlah kelompok tani yang membudidayakan tanaman kopi terdapat 8 poktan. Poktan tersebut berada di Desa Tanjungsari, Desa Klumpit, dan Desa Gunungsari.

“Kami mengikuti perkembangan pertanian di sini. Apabila ada masalah yang ada sedangkan mereka tidak mampu menyelesaikannya, kami yang turun tangan,” tandasnya.

Selain itu, BPP Tlogowungu akan menjembatani koordinasi antara Kelompok Tani di daerah tersebut dengan Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Komentar

Berita Terkait