oleh

Dugaan kasus Kebocoran Data BPJS, Kominfo Lakukan Tindakan

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Mitrapost.com– Sempat menjadi trending topik di twitter terkait dugaan kasus kebocoran data ratusan juta penduduk Indonesia.

Terdapat total data 279 juta penduduk yang diduga merupakan data BPJS yang dijual oleh anggota forum online Raid Forums dengan nama akun “Kotz”.

Berdasarkan data yang ada, berisi NIK, nomor ponsel, e-mail, alamat, dan juga gaji. Bahkan 20 juta diantaranya terdapat foto pribadi.

Tidak hanya itu, juga terdapat data penduduk yang telah meninggal dunia. Yang dijual dengan harga 0,15 bitcoin.

Baca Juga: Datangi Perum RSS Sidokerto, Ganjar Dengarkan Kisah Guru 

Berdasarkan cuitan salah satu akun twitter dengan nama @Br_AM, yang melakukan percakapan dengan penjual, menyebutkan bahwa data diperoleh data situs resmi BPJS.

Pihak BPJS pun memberikan tanggapan terkait kasus tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kepala Humas BPJS, M.Iqbal Ma’ruf.

Baca Juga :   Reses di Dapil 2, Masalah BPJS Masih Dinilai Ribet Oleh Masyarakat Tayu

Ia mengatakan bahwa jumlah pengguna BPJS memiliki angka yang lebih sedikit dibanding jumlah data yang beredar.

Menyadur dari Kompas.com, ia juga menyampaikan telah melakukan tindakan dengan mengerahkan tim khusus.

“Kami sudah mengerahkan tim khusus untuk sesegera mungkin melacak dan menemukan sumbernya,” ujar Iqbal

Baca Juga: Data Tak Valid, 9.947 Penerima BST di Pati Tidak Terima Bantuan

Dugaan kasus kebocoran data inipun, turut mendapatkan tanggapan dan tindakan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Johny G Plate, Menteri Kominfo menyatakan bahwa struktur data yang ada identik dengan data milik BPJS Kesehatan.

“Hal tersebut didasarkan pada struktur data yang terdiri dari Noka (Nomot Kartu), Kode Kantor, Data Keluarga/ Data Tanggungan, dan status Pembayaran yang identik dengan data BPJS Kesehatan,” ujar Johny (21/5/2021)

Baca Juga :   BPJS Kesehatan Pati Mulai Suntikkan Vaksinasi Bagi Peserta Prolanis JKN-KIS

Kominfo juga melakukan pemanggilan Direksi BPJS Kesehatan terkait dugaan kebocoran data yang ada.

Hal itu terkait dengan Peraturan Menkominfo No.20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik.

Baca Juga: 11,4 Juta Keluarga Jadi Sasaran Program Pendataan di Jateng

Selain itu, Kominfo juga melakukan pemblokiran terhadap 3 tautan sampel data terkait yang dicantumkan oleh penjual dalam situs tersebut.

Hal itu sebagai langkah antisipatif untuk memutus akses ke tautan, agar penyebaran data tidak meluas dan dapat diminimalisir.

Johny juga menyampaikan Kominfo akan melakukan koordinasi dengan tim internal BPJS untuk melakukan investigasi ulang.

“Investigasi yang dilakukan oleh tim internal BPJS akan selalu dikoordinasikan dengan kementerian Kominfo dan BSSN,” tambah Johny

Baca Juga :   Kartina Sukawati Serahkan Bantuan dari Ketum PD AHY Kepada Korban Banjir di Pati

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kronologi Kasus Kebocoran Data WNI, Dijual 0,15 Bitcoin hingga Pemanggilan Direksi BPJS”

Baca Juga:

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Mila Candra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar