oleh

Dirut BPJS Berikan Keterangan Terkait Kebocoran Data

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Mitrapost.com– Direktur utama (Dirut) BPJS Kesehatan memberikan keterangan terkait kebocoran data ratusan juta penduduk Indonesia.

Ali Ghufron Mukti selaku Dirut BPJS menjelaskan bahwa BPJS telah mengoperasionalkan Security Operation Center (SOC) selama 24 jam 7 hari.

Selain itu, juga telah sesuai dengan standar ISO 27001 (certified) dan Control Objectives for Information Technologies (COBIT).

Baca Juga: Dugaan kasus Kebocoran Data BPJS, Kominfo Lakukan Tindakan

Ia juga mengungkapkan bahwa, mungkin terjadinya peretasan data, meskipun pengamanan sudah sesuai dengan standar yang ada.

“Walaupun BPJS Kesehatan sudah melakukan sistem pengamanan sesuai standar yang berlaku. Tapi masih dimungkinkan terjadinya peretasan, mengingat sangat dinamisnya dunia peretasan,” ujar Ali Ghufron (25/5/2021)

Baca Juga :   Lazismu Salurkan Bantuan Senilai Rp67 Juta untuk UMKM Hingga Guru Honorer

Akan tetapi, hingga saat ini BPJS belum memberikan keterangan terkait data yang tersebar, apakah data milik BPJS atau tidak.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Cetak Verifikator Andal dan Bersertifikasi

Hal itu, berbanding terbalik dengan apa yang diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Dedy Permadi.

Dedy menyatakan bahwa data yang beredar merupakan data milik BPJS Kesehatan.

Dirut BPJS juga akan memastikan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi dan penelusuran jejak digital, untuk menangani masalah tersebut.

Baca Juga: Pasien Covid-19 Tak Ditanggung BPJS, Begini Penjelasannya

“Saat ini kami juga sedang melakukan mitigasi terhadap hal- hal yang mengganggu keamanan data adalam proses pelayanan dan administrasi,” ujar Ali

Baca Juga :    Wapres Ma’ruf Amin Berikan Klarifikasi Terkait Kelonggaran Larangan Mudik bagi Santri

Proteksi dan ketahanan sistem juga dilakukan untuk mengamankan data yang ada.

“Kami juga melakukan penguatan sistem keamanan TI terhadap potensi gangguan keamanan data. Antara lain meningkatkan proteksi dan ketahanan sistem,” ujar Ali. (*)

Baca Juga:

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Mila Candra

Komentar