oleh

BPP Kecamatan Jakenan, Penggerak Pembangunan Pertanian

Pati, Mitrapost.com– Di bawah asuhan Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Jakenan bertugas dan pertanggungjawab dalam penyelenggaraan pembangunan pertanian di Kecamatan Jakenan.

“Untuk tugas dan fungsinya BPP untuk saat ini adalah mendukung kostratani. Kita menyusun data wilayah komoditas pertanian, dan memberikan teknologi kepada petani termasuk kelembagaan petani,” kata Ngadiman, Koordinator BPP Kecamatan Jakenan kepada Mitrapost.com, saat ditemui kemarin.

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

BPP Kecamatan Jakenan berada di Jalan Jakenan-Winong No. 108 KM 2 Desa Dukuhmulyo. Satu komplek bangunan BPP memiliki fasilitas aula pertemuan, ruang konsultasi koordinasi, ruang staf, UPTD Puskeswan, dan lahan uji coba agribisnis.

Baca juga: Dispertan Pati Gelar Bimtek BPP Kostratani Proyek IPDMIP 2021

Baca Juga :   Dukung Gerakan Food Estate, Dispertan Pati Akan Gelar Pelatihan di Dua Kecamatan

Digerakkan oleh 8 penyuluh pertanian PNS dan PPPK, 1 staf lapang program IPDMIP (Integrated Participatory Development Management of Irrigation Project), dan 1 petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan).

Sementara wilayah kerja BPP Kecamatan Jakenan meliputi satu kecamatan, terdiri atas 32 desa dengan 115 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Hingga saat ini petani yang terdaftar dalam e-RDKK sejumlah 8.114 orang.

Melalui BPP masyarakat Jakenan dan sekitarnya bisa mendapatkan berbagai pelayanan diantaranya, informasi teknologi, sarana produksi, pembiayaan dan pasar pertanian. Konsultasi pengembangan kelembagaan dan kemitraan pertanian. Serta mengakses pendidikan berkelanjutan mengenai komoditas pertanian melalui para penyuluh pertanian.

Di BPP Jakenan para peternak melalui UPTD Puskeswan juga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan hewan, penyidikan dan diagnosa penyakit hewan.

Baca Juga :   BPP Gunungwungkal Bentuk Divisi Pemasaran Porang

Baca juga:Tingkatkan Efisiensi Pertanian, BPP Sukolilo Jalin Kerjasama

Ngadiman mengatakan tingkat keberhasilan penyuluh di BPP dapat diukur dengan tersusunnya program penyuluhan di desa binaan, serta tersedianya data peta wilayah pertanian spesifik sesuai dengan wilayah komoditas unggulan.

“Untuk Kostratani (BPP) kita menyiapkan data termasuk data aplikasi laporan utama mengenai komoditas unggulan di sini. Misalnya padi tiap hari ini kita melaporkan luas tanam, luas panen kemudian untuk data-data yang lain seperti bawang merah, Lombok dan komoditas unggulan lain,” imbuh Ngadiman.

Tak hanya itu, belum lama ini BPP Kecamtan jakenan juga telah membentuk kelompok tani milenial di Desa Sidomulyo untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan petani muda di Jakenan.(Adv)

Baca Juga :   Diduga Karena Presensi Online, Banyak PNS Pati Yang Mengajukan Pensiun Dini

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait