oleh

Penanganan Covid-19, Manajemen Kontijensi Diterapkan di Kudus

Boyolali, Mitrapost.com Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto menyiapkan manajemen kontijensi penanganan covid-19 di Jawa Tengah utamanya di Kota Kudus dalam mengatasi kasus Covid-19.

Pendampingan kepada pemerintah daerah Kabupaten Kudus tersebut telah dilakukan sejak dua minggu terakhir lantaran kasus Covid-19 di Kota Kretek tersebut meningkat.

BPKAD Pati

Adapun upaya-upaya tersebut diantaranya adalah dengan menyiapkan 6 watercanon yang digunakan untuk penyemprotan disinfektan secara massif di beberapa titik di Kota Kudus.

Penyemprotan disinfektan dilakukan tiga kali dalam sehari dan diawaki oleh oleh TNI/Polri dengan tujuan untuk mencegah adanya virus covid-19 yang menempel di tempat atau benda-benda di ruang publik.

Baca juga: 38 Dokter Diperbantukan Tangani Pasien Covid-19 di Kudus

Selain itu, Kapolda menjelaskan, TNI-Polri telah melakukan upaya preemtif dengan mengerahkan seluruh mobil penerangan pendam, pen milik Humas Polda Jateng dan 27 kendaraan penling untuk melakukan penerangan, imbauan, ajakan terhadap prokes Covid-19, serta penyebaran pamflet di seluruh kecamatan di wilayah Kudus

“Harapanya penling ini bisa untuk mendidik masyarakat bahwa Covid-19 di tempat kita itu masih merajalela sehingga masyarakat bisa mematuhi prokes dan lain sebagainya,” terang Kapolda di Asrama Haji Donohudan Boyolali, pada Senin (07/06/2021).

Kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro juga telah mengirimkan Kesdam maupun Dokkes untuk melakukan swab test serta tracing dan tracking Covid-19 sehingga kecamatan yang terpapar akan cepat dipetakan. Kesdam dan Dokkes juga dikirimkan untuk membantu pemulasaraan jenazah.

Baca juga: Bantu Dinkes Pati, Ormas Agama Kirim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid

Selain itu, Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro telah meyiapkan 5 SSK yang tersebar di masing-masing desa zona merah. Sehingga pergerakan masyarakat yang akan menuju atau keluar dari zona tersebut bisa diawasi ketat.

Petugas melakukan operasi yustisi secara maksimal di pagi, siang maupun sore hari secara terus-menerus di tempat berbeda. Pelaksanaakan PPKM Mikro juga diketatkan sebagai deteksi dini untuk mendata masyarakat di tingkat RT dengan melakukan 3T dan 5M.

“Ini sekaligus sebagai basis big data yang bisa kita urai, mana saja masyarakat kita yang terpapar, dimana dia diisolasi dan akan dikemanakan hasil isolasi yang telah dilaksanakan,” tuturnya.

Sebelumnya Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro telah melakukan evakuasi 1.280 masyarakat Kudus untuk diisolasi terpusat. Yakni dengan rincian 800 orang di Donohudan, 300 orang Diklat Srondol, 200 orang Kediaman Walikota Semarang, dan 150 orang Islamic Center.

Sementara itu manajemen kontijensi juga diberlakukan di wilayah eks-keresidenan Kudus lainnya sebagai antisipasi dan pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca juga: Berbatasan dengan Kudus, 10 Desa di Demak Perlu Pengetatan PPKM

Pangdam IV Diponegoro mengimbau pada pemerintah daerah eks-keresidenan Kudus untuk menutup seluruh kegiatan-kegiatan yang memobilisasi orang seperti tempat-tempat wisata,

“Pada masyarakat dan pemerintah daerah mohon kiranya acara hajatan untuk tidak memobilisasi orang, jadi secukupnya saja tidak perlu kita pesta besar-besaran,” ucap Pangdam.

Kapolda juga berpesan agar seluruh Satgas Covid-19 serta masyarakat dapat bekerja sama dalam menerapkan prokes untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Untuk itu, saya dan Kapolda memohon dengan hormat pada seluruh tokoh yang saya sebutkan tadi untuk mengedukasi dan menghimbau pada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, ini semua tanpa peran saudara sekalian maka tidak akan berjalan dengan baik,” tutupnya. (*)

Baca juga: Pasca Libur Lebaran, Kasus Covid-19 Melonjak di 5 Provinsi

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

 

Komentar

Berita Terkait