oleh

Target Pemutakhiran Data IDM Kabupaten Pati Tahun 2021 Mundur

Pati, Mitrapost.com– Target program pendataan Sustainable Development Goals (SDGs) dan pemutahiran data Indeks Membangun Desa (IDM) tahun 2021 Kabupaten Pati harus tertunda hingga akhir bulan Juli.

Hal tersebut lantaran terpotong oleh agenda Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di awal tahun.

BPKAD Pati

Siti Mahmudah Kepala Seksi Administrasi dan Informasi Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati mengatakan, hasil pemutakhiran data Indeks Membangun Desa (IDM) pada awalnya, ditargetkan rampung pada 1 Mei.

Baca Juga: Kue Kering, Jadi Produk UMKM Pati yang Masuk Ke Toko Modern

Selain faktor Pilkades Serentak, pendataan berbasis SDGs juga membutuhkan waktu yang lebih panjang daripada pendataan model lama, mengingat indikatornya yang lebih banyak.

“Proses masih running karena mekanisme untuk tahun ini kan berbeda. IDM untuk tahun ini kan berbasis SDGs. Dateline-nya bias dikerjakan 1Maret hingga 1 Mei ada pilkades juga jadi tertunda,” Kata Siti Mahmudah saar ditemui Mitrapsot.com dikantornya Belum lama ini

“Masih butuh sosilaisasi lebih dalam dengan Kades juga Karena pemahaman kepala desa berbeda. Ada juga yang kadesnya ganti jadi harus sosialisasi ulang. Kalau mau dilihat hasilnya paling akhir Juli,” Imbuhnya

Baca Juga: Damkar Pati Akan Bangun Pos Unit Penjagaan di Kecamatan Tayu

Perlu dikerahui, program pemutakhiran data Indeks Membangun Desa (IDM) bertujuan untuk  menghimpun informasi berkaitan dengan desa, RT, keluarga, dan individu.

Output dari pendataan ini, desa-desa di Kabupaten Pati akan diklasifikasikan berdasarkan status desa. ada 5 klasifikasi status desa yakni Desa Mandiri, Desa Maju, Desa Berkembang, Desa Tertinggal, dan Desa sangat tertinggal.

Data tersebut juga akan menjadi acuan untuk merumuskan kebijakan.

“Nanti diinput dalam sistem. Untuk perhitungan penetapan alokasi dana desa 2022. Sekarang pengalokasian dana desa kan berdasarkan kinerja Pemdes. Pemdes yang berkinerja bagus ada afirmasi sebesar 3 persen. Berbeda dengan dulu, dimana desa tertinggal anggarannya dibesarkan,” tandas Siti Mahmudah (*)

Baca Juga:

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Mila Candra

Komentar

Berita Terkait