oleh

Peroleh Bantuan Jamban, Warga Desa Getas Grobogan Tak Lagi BAB di Sungai

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Grobogan, Mitrapost.com – Setelah memperoleh bantuan jamban, warga desa Getas, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, dan warga Desa Lebak, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan tak lagi buang air besar (BAB) di sungai.

Sebuah sungai kecil memanjang di depan rumah Sarumi (70), warga Desa Getas, Wonosalam, Demak. Dengan permukaan airnya, siang kemarin, setinggi hampir menyamai permukaan jalan. Di sungai seberang jalan rumahnya itulah, nenek Sarumi biasa BAB. Hal itu dilakukannya sejak bertahun-tahun lamanya. Bahkan, hingga memiliki sejumlah cucu.

“Nek BAB ten mriko, lepen (kalau BAB di sana, sungai), sak derenge wonten (sebelum ada) bantuan” ungkap Sarumi mengenang, ditemui di rumahnya.

Sembari memperlihatkan ruang kamar mandi berikut toiletnya yang baru, Sarumi tersenyum. Pemprov Jateng telah memberikan bantuan jamban kepada warga yang membutuhkan. Sarumi mengungkapkan kegembiraannya, sebab dia tak perlu lagi menyeberang jalan depan rumah untuk sekadar BAB. Urusan BAB bisa terselesaikan di jamban barunya pada 2020.

Baca Juga :   Bupati Monitoring Bendung Karet Kalijajar, Guna Hadapi Musim Kemarau

Kegembiraan serupa juga dirasakan oleh Sukardi (55), warga Desa Lebak, Kecamatan/Kabupaten Grobogan. Sebuah jamban dengan dinding kamar mandi berbahan anyaman bambu, telah terbangun beberapa waktu lalu.

Letaknya berada tepat di halaman belakang rumah. Meski sungai dan jambannya sama-sama berada di belakang rumah, namun Sukardi sekeluarga telah memilih memanfaatkan jamban dan mengubah perilaku BAB sembarangan.

Tempat BAB yang baru itu bisa dipakai oleh anggota keluarganya. Dia dan anaknya, Aris Tinjuwati (34), sama-sama mendapatkan bantuan jamban dari Dinkes Jateng.

“Dua jamban bisa dipakai sekitar enam orang,” sebut Sukardi didampingi putrinya.

Ia pun amat bersyukur karena tak perlu lagi ke sungai yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya untuk BAB. Apalagi, sungai kerap banjir tiap musim hujan tiba. Bahkan, saat tidak meluap pun, permukaan tanahnya sangat licin.

Baca Juga :   Panen Raya di Lahan 13.000 Ha, Kapolda Jateng Puji Kedisplinan Warga Demak

“Enak ten mriki. Mboten kudanan, mboten banjir (enak di jamban sini. Tidak kehujanan, tidak banjir),” ungkap Sukardi.

Bahkan, dia membangun ruang BAB secara swadaya. Hal itu sebagai bentuk rasa terimakasih kepada pemprov, dan ditambah dengan kebutuhannya untuk memiliki jamban.

Sunarti, warga Desa Lebak lainnya, juga terang-terangan mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang telah memberikan bantuan jamban bagi warganya.

“Matur nuwun Pak Ganjar atas bantuannya,” kata Sunarti di rumahnya.

Pemegang program Bansos Jamban Dinkes Jateng Ayu Novioktaviana Hapsari bersama tim, telah melakukan kegiatan pemantauan ke penerima manfaat bansos di sejumlah daerah. Seperti di Demak, dan Grobogan.

Novi menyampaikan, selain bantuan jamban, pihaknya getol mengedukasi masyarakat untuk tidak BAB sembarangan.

Baca Juga :   Kemenag Demak Sarankan Penyembelihan Hewan Kurban di Rumah Pemotongan

“Melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) golnya perubahan perilaku masyarakat dari BABS menjadi stop buang air besar sembarangan. Sehingga lingkungan lebih bersih lebih sehat,” kata Novi. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar