oleh

Kemendikbudristek Gelar Bimtek Guna Tingkatkan Kompetensi Masyarakat

Magelang, Mitrapost.com – Dirjen Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) untuk meningkatkan kompetensi masyarakat yang ada di kawasan Candi Borobudur.

Bimtek tersebut ditujukan kepada para pemandu wisata, seni kriya dan pengelola kebudayaan di wilayah Candi Borobudur Kabupaten Magelang.

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Dirjenbud pada Kemendikbudristek, Judi Wahjudin menuturkan bahwa perlu adanya pengelolaan tempat wisata baik dari segi fisik maupun non fisik.

“Tata kelola di kawasan Candi Borobudur, baik sebagai warisan dunia maupun pemberdayaan masyarakat sekitarnya. Maka dari itu tata kelola ini tidak hanya bersifat fisik tetapi juga non fisik,” kata Judi Wahjudin usai membuka kegiatan di Balkondes Karanganyar Borobudur, Senin (18/10).

Baca Juga :   Siaga Letusan Merapi, Hingga Kini Ada 635 Warga Kabupaten Magelang Mengungsi

Kegiatan yang berlangsung di Balkondes Wanurejo, Karanganyar dan Balkondes Ngargogondo tersebut, diikuti oleh 130 peserta yang berasal dari 20 desa yang ada di sekitar Candi Borobudur. Para peserta merupakan para pemandu wisata, seni kriya dan pengelola kebudayaan.

Menurut Judi, materi kegiatan berupa penguatan kompetensi, akses, peluang, inovasi produk dari narasumber yang kompeten dari bidang tata kelola pagelaran, praktisi bidang UMKM, Balai Konservasi Borobudur dan lain sebagainya.

Sedangkan Bimtek bagi pemandu wisata Sejarah Borobudur, para peserta akan dibekali kesejarahan, kepurbakalaan, pelestarian dan tradisi masyarakat di Kawasan Candi Borobudur dengan praktik lapangan.

“Selain mendapat berbagai materi para peserta juga akan mendapat pengetahuan dan pengalaman dari praktek itu,” ujar Judi.

Baca Juga :   Pentingnya Literasi Sains Bagi Siswa Paud, TK, dan SD

Ia pun berharap, para peserta selain dapat berpartisipasi dalam tata Kelola dan pelestarian Borobudur, mereka juga dapat menerima manfaat lebih dari keberadaan Candi Borobudur sebagai Warisan Dunia.

Kegiatan ini merupakan sinergi dengan Balai Konservasi Borobudur, Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah, dan PT Management Community Based Tourism (CBT) Nusantara, serta pemerhati dan tokoh budaya setempat.

Pamong Budaya Ahli Madya BKB, Yudi Suhartono menilai pelatihan ini sangat diperlukan bagi para pelaku pariwisata, mengingat keberadaan Candi Borobudur merupakan sumber ilmu, sumber kreasi, yang diperlukan dalam membentuk kesatuan wisata dan budaya di kawasan Candi Borobudur.

Dengan Bimtek ini, diharapkan juga menjadi upaya konservasi, karena wisatawan tidak hanya fokus berkunjung ke bangunan Candi Borobudur saja, namun juga dapat menyebar, berwisata ke potensi desa desa wisata di sekitarnya.

Baca Juga :   Jateng Tempati Posisi Tertinggi Keempat Penyalahgunaan Narkoba

“Candi Borobudur merupakan sebuah warisan budaya, sebuah warisan yang universal yang jangan dipandang dari segi agama. Tapi lihatlah Candi Borobudur sebagai karya budaya, karya masyarakat nenek moyang kita yang memberikan banyak inspirasi,” jelas Yudi. (*)

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait