Pati, Mitrapost.com – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati melalui Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Abdul Hamid mengungkapkan, berdasarkan perhitungan dimungkinkan pada tahun depan, Kabupaten Pati akan bisa memberangkatkan sebanyak hampir 2000 calon jemaah haji (Calhaj).
Pihaknya menyampaikan, hal tersebut dapat terjadi berdasarkan perhitungan torsi yang berlaku dengan ketentuan kuota normal bukan lagi pandemi.
“Kalau kondisi normal, bukan kuota pendemo saat ini. Kita sudah melakukan perhitungan hampir 2000 calon jamaah haji bisa berangkat tahun 2023 nantinya,” ungkapnya kepada tim mitrapost.com saat ditemui di kantornya pada Kamis, (2/6/2022).
Lebih lanjut Ia menyampaikan bahwasanya pada saat pandemi kali ini, seluruh dunia mengalami penurunan kuota dari Kebijakan Pemerintah Arab Saudi.
Hamid mengatakan, jika berdasarkan kuota normal sebelum pandemi, pemerintah Kabupaten Pati mendapat jatah kuota sebanyak 1200 hingga 1300 calon jamaah haji.
Sedangkan berdasarkan kebijakan yang diterapkan saat pandemi Covid-19, Kabupaten Pati pada Tahun 2022 hanya memberangkatkan 727 calon Haji.
“Dan itu tentunya juga kabar baik, karena tahun ini saja hanya 727 jamaah haji. Kalau tahun biasanya, kondisi normal seribuan lebih. Paling 1200 atau 1300-an mas,” imbuhnya.
Dengan adanya kuota yang besar tersebut, pihaknya berharap agar pada Tahun 2023 mendatang, Pemerintah Indonesia bisa kembali mendapatkan kuota normal atau bahkan tambahan kuota haji.
Selain itu, Ia juga mengharapkan Pemerintah Arab Saudi tidak kembali menerapkan kebijakan yang cenderung menambah beban bagi calon jamaah haji.
“Kalau kondisi normal dan tidak ada pembatasan segitu mas, semoga saja bisa normal. Syukur ada tambahan kuota dan kebijakan dari sananya juga tidak mengurangi kuota ataupun lainnya,” pungkasnya. (*)






