oleh

Polisi Ungkap Kronologi Tindak Pidana Pencabulan Oleh Pemuda di Lebak

Mitrapost.com – Pihak kepolisian mengungkap kronologi tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh pemuda di Lebak Banten.

Diketahui, pelaku berinisial AK (23) telah melakukan pencabulan terhadap korban yang tidak disebutkan namanya (17).

Pencabulan terjadi di Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak Banten pada Senin (14/02/2022) malam lalu, sekira pukul 20.00 WIB.

Hal ini telah dikonfirmasi oleh Kasat Reskrim Polres Lebak AKP Indik Rusmono. Ia juga menjelaskan bahwa tersangka kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.

“Benar Satreskrim Polres Lebak mengamankan satu pelaku berinisial AK karena melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur,” ujar Indik pada Senin (06/06/2022).

Selain itu, Indik juga memberikan keterangan terkait dengan kronologi kejadian pencabulan yang dilakukan oleh pemuda di Lebak tersebut.

Baca Juga :   1 Anak Ditetapkan Sebagai Korban Kasus Pencabulan Oleh Supir Bajaj

“Adapun kronologis kejadian tersebut awalnya ketika pelaku bersama dua temanya bertamu ke rumah korban di Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak. Kemudian tanpa sepengetahuan temannya, pelaku mengajak korban membeli makanan,” kata Indik.

Masih dari keterangan Indik, pada saat perjalanan, pelaku berhenti di tempat yang sepi yaitu di Kebun Bambu yang berlokasi di Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak.

Selanjutnya secara tiba-tiba pelaku menarik tangan korban ke semak-semak hingga korban terjatuh.

“Dan terus diseret oleh pelaku yang berusaha melakukan pemerkosaan. Namun korban melakukan perlawanan dengan menggigit tangan pelaku sehingga korban bisa melarikan diri,” sambungnya.

Atas tindak kejahatan tersebut, korban lantas mengajukan laporan kepada pihak berwajib.

Baca Juga :   Pelaku Pencabulan di Alasdowo Pati Ternyata Sudah Dua Kali Masuk Penjara

“Setelah mendapat laporan tersebut petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku di garasi PT Dwipa Logistik yang berada di Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Kamis (02/06) sekira pukul 19.00 WIB,” beber Indik panjang lebar.

Akibat perbuatan tersebut, korban dijerat dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Atas perbuatannya pelaku akan dikenakan Pasal 76E jo Pasal 82 UU RI nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara dan paling rendah 5 tahun penjara,” pungkasnya. (*)