oleh

Pemkab Sragen Menambah 1 RSUD Baru

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Sragen, Mitrapost.com – Pemerintah kabupaten Sragen menambah satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru.

Sebelumnya, kabupaten Sragen telah memiliki RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dan dr Soeratno Gemolong.

Kini, pemerintah setempat menambah satu RSUD baru yaitu Rumah Sakit Sukowati Tangen (RSST) Sragen, yang diresmikan oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati pada Kamis (23/6/2022).

RSST Sragen tipe D ini terletak di Jl Raya Tangen-Gesi, Dukuh Brakbunder, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.

Kehadiran RSUD ketiga di Kabupaten Sragen tersebut diharapkan bisa semakin mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pinggiran Sragen Utara dan sekitarnya.

Tangen dipilih sebagai lokasi RSUD yang baru setelah melalui studi kelayakan bahwa Tangen bisa menjadi wilayah terbesar ketiga di Sragen setelah Sragen Kota dan Gemolong.

Baca Juga :   Motor Tak Bertuan Ditemukan di Jembatan Sapen, Pemilik Diduga Bunuh Diri

“Ini adalah cita-cita kami sejak menjabat periode pertama dan sejalan dengan visi dan misi program unggulan. Ternyata membangun rumah sakit juga tidak gampang, dimulai dari 2018 dan baru bisa selesai hari ini dan hari ini kita resmikan bersama sama hari ini,” ujarnya.

Yuni menerangkan, sampai saat ini total sudah ada 12 rumah sakit di Kabupaten Sragen. Dengan banyaknya rumah sakit ini, menjadi keuntungan bagi masyarakat karena banyak pilihan untuk mendapatkan layanan terbaik di bidang kesehatan.

Bupati juga meminta manajemen RSST dan RSUD lainnya untuk senantiasa memperbaiki layanan yang baik untuk masyarakat.

“Kita semua bersaing secara sehat dengan rumah sakit swasta. Kalau rumah sakit negeri tidak bisa memberikan pelayanan yang terbaik, tentu akan kalah dari swasta,” jelasnya.

Baca Juga :   Miliki Potensi Besar, Sekolah Kopi dan Pasar Kopen Gemawang Diresmikan

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (Dinkes) Sragen Hargiyanto mengatakan, pembangunan RSST Sragen ini melalui beberapa tahap yang dimulai sejak tahun 2018.

“Tahapan pertama dimulai dari pembebasan lahan seluas 8.141 meter persegi dan tahap kedua tahun 2019 mulai pembangunan gedung Intalasi Gawat Darurat (IGD),” terangnya.

Pada tahap ketiga tahun 2021 pembangunan gedung rawat inap dan rawat jalan dan pengadaan alat kesehatan. Kemudian, pada 2022 dilanjutkan pembangunan pagar dan penataan lingkungan.

“Namun, hingga saat ini RSST Sragen masih dalam proses pembangunan penataan lingkungan yang ditargetkan selesai November tahun ini,” lanjutnya.

Saat ini, RSST Sragen baru melayani pasien rawat jalan dan rawat inap non-fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Baca Juga :   Biaya Swab PCR di RSUD Turun

“Setelah diresmikan, RSST bisa langsung menerima dan melayani pasien untuk berobat. Tapi belum bisa melayani BPJS karena masih menunggu akreditasi dan sebagainya. Mungkin November sudah bisa melayani BPJS,” jelas dr. Hargiyanto. (*)

Terkait Sumber Daya Manusia (SDM), saat ini sudah ada 75 orang yang bekerja di RSST Sragen. Terdiri atas dokter, perawat, sampai petugas kebersihan dan keamanan.

“Selain petugas kebersihan dan keamanan, semua berstatus pegawai negeri sipil (PNS),” katanya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar