oleh

Titik Kerawanan Bencana Tinggi, Baznas Jateng Beri Pos Khusus Kebencanaan

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Mitrapost.com – Jawa Tengah menjadi titik kerawanan bencana tinggi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng pun memberi pos khusus kebencanaan sebesar 15 persen.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk memberikan bantuan kepada korban bencana, serta dimanfaatkan untuk pelatihan relawan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Baznas Jateng, KH Ahmad Darodji dalam upacara pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Manajemen Bencana Bagi Komandan dan Relawan Baznas Tanggap Bencana (BTB) se-Provinsi Jawa Tengah, di Tawangmangu, Karanganyar, Selasa (28/6/2022).

Darodji juga mengatakan bahwa instruksi tersebut telah disampaikannya ke seluruh Baznas yang ada di wilayah Jateng.

“Baznas menjadikan tanggap bencana sebagai suatu program bahkan kami sudah meminta setiap Baznas (daerah) sudah siap anggaran 15 persen untuk bencana dan termasuk (menggelar) pelatihan ini,” katanya.

Baca Juga :   21 CCTV dan 6 Speedcam di Jateng Mulai Beroperasi

Darodji mengatakan, pelatihan tersebut diikuti kurang lebih 110 orqng komandan dan relawan dari kabupaten kota se-Jawa Tengah. Latihan bekerja sama dengan Politeknik Akbara Surakarta ini digelar mulai 28 Juni – 1 Juli mendatang.

“Kita tidak tahu kapan bencana datang, tapi kita harus selalu siap. Dan Baznas-Akbara Insyaallah akan selalu menyiapkan diri, termasuk pelatihan seperti ini,” ujarnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo turut menyampaikan ungkapan terimakasihnya kepada Baznas Jateng yang telah memberikan anggaran kebencanaan.

“Orang bicara Baznas selama ini mengelola zakat infaq sodaqoh, tapi dalam implementasinya tidak. Kita membantu mereka yang membutuhkan, bahkan ada yang tidak hanya butuh dari sisi charity. Mereka dikasih tapi dari sisi produktif, untuk pelatihan sampai penanggulangan bencana,” tegasnya.

Baca Juga :   30 Pelajar SMPN di Pekalongan Dikukuhkan Sebagai Agen Perubahan Anti Perundungan

Menurut Ganjar, relawan harus siap melaksanakan operasi kemanusiaan setiap saat. Ganjar berpesan agar relawan menolong tanpa memandang suku, ras, dan agama.

“Maka saya titipkan mulai dari awal mitigasi seperti apa, menggunakan peralatan seperti apa, sampai kemudian nanti di lapangan mereka bisa operasi,” katanya.

Ganjar juga mengatakan agar para relawan mempelajari secara sungguh-sungguh kearifan lokal yang diberikan nenek moyang, yakni ilmu titen. Sehingga dalam kesehariannya akan lebih waspada dan tanggap pada bencana.

“Sehingga tim Baznas nanti juga akan bisa bereaksi dengan cepat, ketika nanti terjadi bencana. Wah saya senang dan bangga,” tandasnya. (*)

Komentar