Mitrapost.com – Sulaiman, mantan sopir pribadi Nindy Ayunda menjadi korban dugaan penyekapan yang dilakukan oleh artis Nindy Ayunda sekaligus mantan majikannya.
Penyekapan tersebut terjadi selama 30 hari, bahkan Sulaiman mengaku tidak sendirian. Terdapat satu orang lagi yang tidak ditutup matanya melihat Nindy memukul dirinya.
“Ada (korban lain) tapi lagi nggak ada di Jakarta, tapi pasti jadi saksi, karena dia salah satu korban dan tahu siapa yang memukuli. Semua yang terlibat pasti akan mempertanggung jawabkan,” kata Fahmi Bachmid saat ditemui usai pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022) malam.
Dalam hal ini, Fahri mengungkapkan bahwa korban yang lain akan diperiksa oleh pihaknya.
“Pasti (dilakukan pemeriksaan), karena dia salah satu korban, dia juga korban yang dilakukan perampasan,” kata Fahmi Bachmid.
Sulaiman menyebut Nindy melakukan pemukulan di dada, kepala, dan bagian leher. Ia mengaku hingga saat ini kepalanya masih merasa pusing.
“Kejadiannya itu pada tanggal 11 Februari 2021. Karena saya sudah linglung, karena waktu itu ada pemukulan di bagian leher, dada, sama kepala saya. Sekarang saya merasakan, dari jam 2 siang sampai malam ini, terasa pusing saja kepala,” kata dia.
Saat itu, ia mendapatkan pukulan dengan mata tertutup, adapun pukulan tersebut dilakukan menggunakan alat dan tangan kosong.
“Tangan saja, tangan kosong, dan pakai alat, tapi nggak tahu alat apa. Karena, posisi saya kan mata ditutup,” ujar Sulaiman.
Riri Diana, istri Sulaiman mengatakan bahwa keadaan Sulaiman itu membuatnya kesulitan untuk mendapatkan kerjaan.
“Berimbasnya ke perekonomian pastinya. Siapa sih istri yang nggak sedih melihat suaminya yang biasanya nggak seperti itu,” ujar Rini DIana.
“Makanya saya mau berjuang buat keadilan suami saya disini. Saya orang kecil, saya cuma minta keadilan,” kata dia. (*)
Artikel ini telah tayang di Detik News dengan judul “Korban Dugaan Penyekapan oleh Nindy Ayunda Lebih dari Satu Orang”
Redaksi Mitrapost.com


