Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati pada tahun 2022 memberikan fasilitas laboratorium lapangan kepada 25 kelompok tani di Kabupaten Pati. Yang dapat dipergunakan untuk lahan menanam padi, singkong, dan jagung.
Menurut pemaparan Evi Nindya Kusuma selaku Pejabat Fungsional Analisis Sarana dan Prasarana Pertanian Dispertan Kabupaten Pati, kategori petani yang mendapatkan fasilitas laboratorium lapangan tersebut ialah kelompok petani muda, kelompok wanita tani dan petani yang sukarela mau mengikuti Sekolah Lapang.
“Sasarannya itu petani, kita bidikannya unit Sekolah Lapang kemarin. Jadi petani muda, petani wanita dan petani yang mau diajak ke sekolah lapang kita ambil pesertanya dan kriterianya hampir sama,” ucap Evi, Kamis (8/9/2022).
Menurut Evi, anggaran yang dipergunakan untuk mengimplementasikan program tersebut sebanyak Rp9.880.000.000. Dana itu berasal dari Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) di Kabupaten Pati.
Apabila ada sisa dana lebih akan dimanfaatkan untuk membuat daerah irigasi baru demi memaksimalkan potensi kelompok tani yang telah dibentuk. Pihaknya berencana akan menambahkan daerah irigasi di Waduk Gunung Rowo dan Waduk Seloromo, Gembong.
“Anggarannya masih lebih, kita konfirmasi ke pusat boleh menambah unit irigasi baru. Tempatnya ada di Waduk Gunung Rowo dan Waduk Seloromo, Gembong,” jelasnya.
Dirinya berharap, dengan adanya program tersebut para petani dapat menimba ilmu serta bisa menularkan ilmu yang didapatkan kepada petani lain, supaya petani di Kabupaten Pati semakin sejahtera.
“Kita berharap petani yang ikut Sekolah Lapang bisa menerapkan dan menularkan pengetahuan ilmu yang sudah didapat dari program ini,” pungkasnya.
Kegiatan fasilitasi laboratorium lapangan ini diselenggarakan sebanyak 12 kali pertemuan. Masing-masing peserta akan memperoleh biaya transportasi Rp50.000. Akan tetapi, biaya transportasi ini dianggarkan untuk enam kali pertemuan saja.
Dalam pelaksanaannya ada satu penyuluh yang mendampingi pertemuan tersebut. (*)






