Permudah Akses Perekonomian, Pemprov Jateng Dorong Reaktivasi Jalur Rel KA Kawasan Kedungsepur

Mitrapost.com – Guna mempermudah akses perekonomian daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong jalur rel Kereta Api kawasan Kedungsepur.

Adapun jalur rel kereta api kawasan Kedungsepur ini meliputi Kendal, Demak, Ungaran, Semarang, Purwodadi.

Dengan melakukan reaktivasi jalur rel KA ini, diharapkan juga semakin mempermudah mobilitas masyarakat dan juga akses perekonomian. Dengan begitu, akan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Mohon bantuan semuanya, mungkin dalam kegiatan ini bisa dieksplor, bagaimana kita mengembangkan kawasan Kedungsepur ini bisa menghasilkan suatu desain transportasi yang efisien. Ke depan kita didorong untuk bebas karbon, dan kalau PT KAI bisa ke situ, nanti dapat menggunakan tenaga listrik dan bisa lebih efisien untuk transportasi,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, di PO Hotel, Kamis (26/1/2023).

Baca Juga :   Wagub Ungkap Wisata Halal di Jateng Bisa Jadi Salah Satu Penunjang

Pada acara workshop Baseline Report Peluang Implementasi Konsep Transit Oriented Development (TOD) dan Mekanisme Pembiayaan land value capture (LVC) dalam Transportasi Jateng, sekda menjelaskan, keberadaan jalur-jalur kereta api di wilayah Kedungsepur telah mati atau tidak aktif.

Akan tetapi ia menambahkan, jika dilakukan reaktivasi jalur kereta api Kedungsepur ini, maka akan dilengkapi dengan kereta api menggunakan energi listrik.

“Jalur-jalur kereta api kita sebagian mati dan itu eman-eman (sayang), karena itu sebetulnya bagian dari transportasi yang efisien dan efektif. Apalagi ke depan kereta api bisa menggunakan energi listrik dan lebih mudah dari kendaraan lain. Sehingga kami berharap pada forum ini kita bersama-sama memikirkan kaitannya dengan aglomerasi transportasi di kawasan Kedungsepur,” terangnya.

Baca Juga :   Ratusan Warga Magelang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Sekda juga mengatakan bahwa pembangunan di kawasan Kedungsepur masif dilakukan. Hal ini tentunya harus dipikirkan terkait dengan mobilitas penduduk yang berasal dari luar Kota Semarang, dan sekitarnya.

Menurutnya, kondisi mobilitas manusia seperti dari daerah Jabodetabek menuju Jakarta, juga akan terjadi di Semarang, Kedungsepur, dan kota-kota lainnya. Pengembangan transportasi di berbagai kota juga sangat masif, sehingga pengembangan diharapkan dapat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kondisi Jakarta juga akan terjadi di kota-kota lain. Pengembangan kota-kota lain juga sangat masif, dan kita ingin mengembangkan supaya berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan menyejahterakan masyarakat,” harapnya.

Ia juga meminta gagasan baru terkait dengan pembiayaan. Hal tersebut dikarenakan, jika hanya menganalkan APBN ataupun APBD jumlahnya sangat terbatas. (*)

Baca Juga :   Hari Ke-3 PPKM Darurat di Jateng, 1.706 Pelanggar Terjaring Operasi Yustisi

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral