Mitrapost.com – Tanah gerak yang terjadi di Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur Jawa Barat menyebabkan sebanyak 191 jiwa harus mengungsi.
Mereka diantaranya berasal dari Kampung Sukajadi dan Pasircinde. Mereka mengungsi karena rumahnya mengalami kerusakan dan sejumlah lainnya terancam.
“Ada 11 KK (kepala keluarga) dari Kampung Pasircinde yang diungsikan dan 50 KK dari sini (Sukajadi),” kata Camat Bojongpicung Azis Muslim dilansir dari Kompas.
Diketahui ada sebanyak 5 rumah yang mengalami rusak berat bahkan ambruk, 7 rumah mengalami kerusakan sedang, dan 22 rumah lainnya terancam.
Selain menyebabkan kerusakan rumah, tanah gerak juga menyebabkan rumah ibadah retak dan amblas. Kemudian badan jalan terbelah hingga beberapa meter.
“Hari ini kita melakukan pembersihan puing-puing bangunan yang kemarin ambruk, termasuk asesmen oleh BPBD dan pihak PVMkG terkait kelaikan permukiman ini ke depannya,” ujarnya.
“Hari ini juga untuk pengiriman bantuan logistik bagii warga terdampak. Kita sudah kordinasikan dengam pihak dinsos,” lanjutnya.
Warga yang mengungsi kebanyakan pergi ke rumah kerabatnya. Namun pihaknya mengaku juga telah menyiapkan lahan untuk relokasi.
“Untuk sementara, warga mengungsi di rumah-rumah kerabatnya. Tapi, kita sudah siapkan lahan untuk lokasi relokasi dan dapur umum,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT Kampung Sukajadi, Hamid mengatakan bahwa tanah gerak terjadi pertama kali pada bulan Januari 2024 lalu. Dan hingga kini masih terjadi pergerakan.
“Sekarang parahnya, ini saja tanah masih bergerak, semalam dua rumah kembali ambruk,” ujar Hamid. (*)
Redaksi Mitrapost.com


