Pati, Mitrapost.com – Sekretaris Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Mukit meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati agar lebih perhatian terhadap petani kedelai lokal.
Dengan adanya perhatian dari Pemkab Pati, politisi dari Partai Demokrat berharap kedelai lokal bisa mengusai pasar di kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani sebagai produk pertanian unggulan.
“Perlu adanya perhatian khusus. Apalagi pada masa pandemi saat ini, petani lebih memilih menanam tanaman pangan yang mudah dan cukup menguntungkan,” katanya kepada Mitrapost.com belum lama ini.
Dikatakan, dalam membuat tempe dan tahu, masyarakat masih bergantung pada kedelai impor sebagai bahan baku. Oleh karena itu, pasokan kedelai kadang mengalami masalah.
“Sebenarnya potensi kedelai di Kabupaten Pati cukup menjanjikan. Akan tetapi, belum ada perlindungan pada saat panen raya. Sehingga harga kedelai jadi jatuh, yang menyebabkan gairah untuk menanam kedelai tidak menjanjikan,” jelasnya.
Maka dari itu, Mukit mendesak Pemkab Pati untuk mengatasi gejolak harga kedelai saat ini dengan memberdayakan para petani lokal. Tak hanya itu, pemerintah juga perlu memberikan perlindungan pada saat panen raya.
“Pemerintah maupun Pemerintah Daerah harus sadar bahwa ketergantungan impor pasti berdampak serius terhadap stabilitas harga dan ketahanan pangan negara kita,” paparnya.
Diketahui, harga kedelai mengalami kenaikkan sejak Maret 2025. Dimana, harga kedelai semula Rp8.400 per kilogram kini mencapai Rp9.800 per kilogram. Bahkan, stok dari importir juga semakin menipis. (Adv)

Wartawan Mitrapost.com






