Mitrapost.com – Hingga kini masih ada korban yang belum ditemukan dalam tragedi ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin (29/9) lalu.
Hal itu sebagaiamana yang disampaikan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
“Saya minta tolong kepada semua warga Surabaya untuk saling mendoakan, karena masih ada satu yang hari ini belum ditemukan,” ujarnya dilansir dari Kompas.
Selain itu, ada satu korban tewas bernama Maulana Alvan Ibrahimafic (15), warga Jalan Kalianyar Kulon, Kecamatan Pabean Cantikan.
“Nanti kami koordinasi juga dengan pondok (Al Khoziny) dengan provinsi juga, berapa warga Surabaya (yang hilang). Karena hari ini yang meninggal satu yang sudah dimakamkan di Madura,” jelasnya.
Kemudian, korban bernama Eri yang sempat menjalani perawatan di RSUD dr. Soewandhie, kini sudah pulang dan bisa beraktivitas kembali.
“Saya minta doanya kepada seluruh warga Surabaya khususnya dan Jawa Timur umumnya, ayo semuanya sama-sama berdoa agar yang belum ditemukan segera ditemukan,” jelasnya.
Per Selasa malam (30/9/2025), BNPB mencatat masih ada 91 orang yang diduga masih tertimbun material bangunan.
“Kami terus berupaya mengevakuasi diduga 91 orang yang masih terjebak di dalam,” jelasnya.
Evakuasi dilakukan dengan mengerahkan 332 personel Tim SAR gabungan yang berasal dari Basarnas, BPBD Jawa Timur, BPBD Sidoarjo, BPBD Nganjuk, BPBD Jombang, BPBD Surabaya, Dinas PU SDA Provinsi, Tagana Dinas Sosial, aparat TNI serta Polri. (*)

Redaksi Mitrapost.com



