Pati, Mitrapost.com – Tanggul di tepi Sungai Godo, Desa Penanggungan, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati jebol akibat derasnya arus air setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi beberapa waktu lalu. Akibatnya, material tanggul berserakan hingga ke jalan penghubung Pati–Gabus dan mengganggu arus lalu lintas warga.
Menanggapi hal itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati langsung turun tangan. Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUTR Pati, Widyotomo Kusdiyanto mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan penyedia proyek untuk segera melakukan pembersihan material sekaligus memulai pembangunan tanggul permanen.
“Kami sudah lakukan survei dan menegur penyedia. Sekarang fokus pembersihan dulu karena tanggul darurat dari sand bag dan trucuk bambu itu jebol. Di perubahan APBD tahun ini kami alokasikan untuk pembangunan tanggul permanen,” jelas Widyo saat ditemui, Jumat (7/11/2025).
Tanggul darurat yang sebelumnya dibangun memang sempat menahan luapan air. Namun karena tidak cukup kokoh, struktur sementara itu kembali rusak saat banjir besar melanda. Pihaknya pun berencana membangun tanggul permanen dari beton cyclop dengan anggaran sekitar Rp199 juta.
“Pekerjaan sudah mulai sejak Oktober, tapi karena hujan deras terus-menerus, pengerjaan sempat tertunda. Sekarang sudah mulai lagi, dan ditargetkan Desember 2025 selesai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Widyo memaparkan bahwa panjang tanggul yang akan dibangun mencapai 38,5 meter di bagian dalam dan 19 meter di sisi luar. Ia berharap, dengan dibangunnya tanggul baru yang lebih kuat, kejadian serupa tidak terulang dan arus lalu lintas di jalan poros Pati–Gabus bisa kembali normal.
“Arus Sungai Godo ini cukup kuat saat banjir bandang. Karena itu tanggul harus diperkuat. Kalau tidak segera permanen, risiko jebol bisa berulang dan mengganggu aktivitas warga,” paparnya. (*)
Redaksi Mitrapost.com




