Pati, Mitrapost.com – Ranu Adi (54) asal Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah berhasil menyulap limbah bonggol jagung jadi barang yang bernilai ekonomis.
Mitrapost.com berkesempatan melakukan kunjungan ke rumah miliknya. Terlihat berbagai macam bentuk kerajinan terpajang di depan rumahnya, mulai dari tas, tempat tisu hingga gantungan kunci. Kerajinan itu terbuat dari limbah bonggol jagung.
Ranu menceritakan bahwa ia mulai membuat kerajinan dari bonggol jagung sejak tahun 2015. Dia mulai berani mengikuti pameran di tahun 2016.
“Tetapi saya di 2015 sudah mulai eksperimen. Saya teliti setelah satu tahun, bagus, baru saya keluar ikut pameran. Dan waktu 2016 mulai pameran,” kata Ranu.
Tahun 2016, dia pernah ditawari untuk melakukan ekspor kerajinan dari bonggol jagung. Namun, karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM), dia belum bisa menerima.
Dari hal itu, ia menjadi semangat dalam mengolah kerajinan dari bonggol jagung. Dia juga pernah menyabet juara lomba inovasi tingkat Kabupaten Pati.
“Setelah itu, mulai bersemangat karena prospeknya bagus. Kemudian saya lanjutkan 2019 saya juga lomba inovasi mendapatkan juara tiga di Kabupaten Pati,” tutur dia.
Kerajinannya saat ini sudah merambah di penjuru nasional seperti misalnya Aceh, Papua dan Kalimantan. Ranu menjual kerajinannya mulai dari harga Rp5 ribu hingga jutaan rupiah.
“Kalau saat ini penjualan naik turun karena kondisi perekonomian kita tidak stabil. Tapi ya masih ada untuk pesanan-pesanan custom dari luar daerah justru. Karena di daerah Kabupaten Pati ini masih kurang,” katanya.
“Kami harga Rp5.000 untuk gantungan kunci, kemudian ada yang meningkat ada yang Rp100.000 sampai Rp150.000. Terus pigura, jam tangan, tas sampai jutaan rupiah juga ada,” jelasnya.
Proses pengerjaannya, kata dia, tergantung kerajinan yang dibuat. Dia menyebut pembuatan kerajinan paling lama dua sampai tiga hari.
“Kalau produksi tergantung produk yang mau kita buat, ada yang cukup dengan hitungan menit ada yang hari. Karena kesulitan yang produk yang kita buat,” jelasnya.
Ranu berharap produk dari bonggol jagung dapat lebih dikenal oleh masyarakat utamanya di Kabupaten Pati. Pasalnya kerajinan ini tergolong masih baru dan banyak masyarakat Pati belum mengetahui.
“Rata-rata tidak begitu mencolok, karena memang masih perlu bantuan teman-teman media untuk memperkenalkan produk bonggol jagung tergolong kerajinan yang baru, karena di Pati kalau pameran banyak pengunjung yang baru tahu,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






