Mitrapost.com – Indonesia Investment Authority (INA) dikabarkan membangun pabrik fraksionasi plasma darah (Derived Medicinal Products/PDMP) pertama di Tanah Air yang juga diproyeksikan sebagai yang terbesar di Asia Tenggara (ASEAN).
Melansir dari Kompas, Vice President ESG INA, Fetriza Rinalddy, menyebut bahwa kabar ini merupakan sebuah sejarah baru bagi Indonesia yang sebelumnya telah sepenuhnya menggantungkan diri pada impor plasma darah untuk kebutuhan nasional.
Kini bersama dengan SK Plasma yang merupakan bagian dari SK Group asal Korea Selatan, kerja sama strategis yang dilakukan Indonesia mulai dibangun untuk fasilitas fraksionasi plasma darah yang ada di dalam negeri.
“Kami bekerja sama dengan SK Plasma dari Korea Selatan untuk membangun pabrik fraksionasi plasma darah pertama di Indonesia. Selama ini kita 100 persen impor plasma darah. Ini akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara,” jelas Fetriza, dikutip Senin (29/12/.2025).
Kehadiran yang mulai dijadwalkan pada kuartal IV-2026 ini menjadi tanda adanya perubahan besar dalam industri kesehatan nasional. Indonesia tidak lagi berperan sebagai pasar, melainkan menjadi produsen produk berbasis plasma darah.
Dengan penempatannya yang berlokasi di Karawang International Industrial City, pabrik ini akan memproduksi Produk Obat Derivat Plasma (PODP) seperti albumin dan imunoglobulin, dengan kapasitas pengolahan hingga 600.000 liter plasma per tahun.
Perlu diketahui, plasma mengandung sekitar 92 persen air yang membantu mengisi pembuluh darah agar dapat bergerak melalui jantung. Sementara, 8 persen sisanya yang ada di dalam plasma mengandung bahan-bahan utama seperti protein, elektrolit, dan imunoglobulin. (*)

Redaksi Mitrapost.com






