Pati, Mitrapost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menargetkan luas tanam tembakau ada 5.000 hektar untuk tahun 2026 ini. Pasalnya, banyak lahan di wilayah Kabupaten Pati berpotensi untuk ditanami tembakau setelah tanaman padi.
Bupati Pati, Sudewo mengatakan bahwa dengan target tersebut, pihaknya meminta kepada kepala desa untuk turut membantu memberikan sosialisasi kepada petani yang lahannya cocok ditanami tembakau setelah tanaman padi selesai.
“Soal tembakau saya minta tolong kepala desa yang desanya memang sesuai peta, cocok untuk tembakau tolong dibantu sosialisasi tembakau,” ujar Sudewo, belum lama ini.
Ia menyebut, Kabupaten Pati tahun 2025 masih kalah dengan luasan tanam tembakau di Kabupaten Rembang yang mencapai 9.000 hektar. Namun, untuk Kabupaten Pati baru 800 hektar luas tanam tembakau.
Selama ini, lanjut dia, potensi di Kabupaten Pati cukup besar yakni 28.000 hektar luas tanam padi yang bisa digarap menjadi tanaman tembakau.
Dengan potensi yang cukup besar dan bantuan sosialisasi kepala desa, pihkanya berharap luas tanam tembakau di wilayahnya bakal meningkat. Hal itu akan berdampak terhadap kesejahteraan petani.
“Padahal menanam tembakau di musim kemarau di saat padi tidak bisa ditanam, kalau bisa menanam tembakau itu sebuah produksi unggulan dan sebagai pendapatan,” tuturnya.
Pihaknya juga berpesan kepada petani tembakau untuk benar-benar memanfaatkan lahan pertaniannya dengan optimal. Pasalnya di bulan Februari atau Maret 2026, petani dengan perusahaan sudah mulai melakukan Memorandum of Understanding (MOU).
“Dan bulan Februari, Maret di tahun 2026 itu adalah masa MOU atau tanda tangan antara petani dengan pengusaha tembakau,” ujar dia. (*)

Wartawan Mitrapost.com





