KDM Bantah Isu Lepas Saham BJIB Kertajati, Sebut Ajukan Opsi Tukar Guling Aset dengan Pusat

Mitrapost.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Kang Dedi Mulyadi (KDM) angkat bicara terkait adanya isu Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang akan melepas saham Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.

Menurut KDM, pihaknya menegaskan tidak adanya rencana terkait dengan penjualan saham. Namun, rencana lain yang diungkap adalah pengajuan opsi skema tukar guling aset (ruislag) dengan Pemerintah Pusat.

Melansir dari Detik, skema tukar guling aset BJIB tersebut disebut oleh KDM atas dasar adanya beban fiskal berat bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jabar yang setiap tahunnya telah menopang operasional BIJB Kertajati.

“Bukan saham BIJB Kertajati yang dilepas. Pemerintah Pusat, dalam hal ini Pak Presiden, melihat ada beban fiskal APBD Provinsi yang berat karena setiap tahun harus mengeluarkan biaya operasional,” jelas Dedi, dikutip Sabtu (24/01/2026).

Karena menurutnya, BJIB Kertajati hingga kini belum menunjukkan adanya tanda-tanda operasional yang optimal dan menghasilkan pendapatan secara mandiri guna menutupi biaya operasionalnya sendiri.

“Kepastian Kertajati bisa beroperasi dengan baik dan menghasilkan uang untuk operasional itu sampai sekarang belum terlihat,” ucapnya.

Selain itu, kebijakan transportasi dari pemerintah juga dinilai oleh KDM tidak sinkron. Ketika pemerintah mendorong penerbangan ke BJIB Kertajati, di sisi lain Bandara Halim Perdanakusuma justru tetap dioperasikan.

Belum lagi, ditambah oleh kehadiran dari Kereta Cepat Whoosh yang telah dioperasikan dari arah Kota Jakarta ke Bandung.

“Ada sesuatu yang aneh. Satu sisi kita dorong ke Kertajati, tapi di sisi lain ada Whoosh, kemudian Halim tetap buka. Ya, orang pasti pilih Halim dibanding Kertajati,” tegasnya.

Oleh sebab itu, KDM mengusulkan agar kawasan BJIB Kertajati dapat dialihkan fungsinya menjadi pusat industri pertahanan dalam negeri, yang telah mendapat respons positif dari Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto.

“Saya mengusulkan kawasan Kertajati menjadi pusat industri pertahanan dalam negeri. Ini mendapat respons positif, sehingga Presiden memiliki harapan Kertajati menjadi pangkalan TNI (Tentara Nasional Indonesia) Angkatan Udara,” katanya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati