Mitrapost.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan komitmennya untuk melakukan pengusutan secara tuntas terkait adanya dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang dialami oleh atlet di lingkungan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) panjat tebing.
Dalam hal ini, Erick menyampaikan komitmen tersebut dalam ajang Asian Cadet dan Junior Fancing Championship 2026 yang ia hadiri di Jakarta International Convention Center (JICC), Kompleks Gelanggang Olahraga Bung Karno (GBK), Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pada laman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora RI), Erick memastikan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk pelecehan maupun kekerasan yang terjadi di lingkungan olahraga nasional.
Lantaran pihaknya menjadikan keselamatan dan perlindungan atlet sebagai prioritas utama, Erick secara resmi menggagas adanya saluran pengaduan bagi atlet yang pernah atau sedang menjadi korban kekerasan seksual untuk dapat dikirimkan ke pengaduan.atlet@kemenpora.go.id.
Nantinya, setiap laporan yang diajukan akan ditindaklanjuti secara professional dan transparan sebagai bentuk komitmen Pemerintah RI untuk menciptakan lingkungan olahraga yang aman, sehat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
“Saya akan pastikan kalau ada oknum-oknum yang melakukan pelecehan seksual kepada atlet kita, saya akan dorong tim bekerja keras untuk investigasi dan hukum seumur hidup (larangan terlibat di olahraga), dan kalau perlu dibawa ke polisi,” jelas Erick, dikutip Selasa (03/03/2026).
Perlu diperhatikan, adanya kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik ini menjadi perhatian serius bagi publik, mengingat setiap atlet merupakan sebuah aset bangsa yang harus dilindungi, baik secara fisik maupun mental. (*)

Redaksi Mitrapost.com






