Pati, Mitrapost.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mencatat enam penyakit campak telah ditemukan mulai bulan Januari hingga awal Maret 2026 ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pati, Salis Diah Rahmawati menyebut, sebanyak enam penyakit campak itu ditemukan di Kecamatan Tayu, Sukolilo dan Tambakromo.
“Data yang sudah masuk ke kami saat ini ada 6 kasus yang positif. Ada dari daerah Tayu kebanyakan 4, kemudian Sukolilo ada 1, dan 1 lagi di Tambakromo,” jelas Salis.
Ia menerangkan bahwa penyakit campak rentan menyerang anak-anak hingga orang dewasa yang belum melakukan imunisasi.
Menurutnya, hal itu dipengaruhi adanya dampak pandemi Covid 19 lalu. Pasalnya, banyak Posyandu di Pati yang berhenti, sehingga kegiatan imunisasi tidak terlaksana.
“Ini efek dari pandemi dulu ya, jadi selama ada pandemi itu kan banyak posyandu-posyandu yang tidak dilaksanakan. Ada instruksi untuk dialihkan fokus ke Covid. Efek dari itu tidak terimunisasi,” katanya.
Salis menyebut, penyakit campak itu ditandai adanya gejala demam hingga ruam di bagian tubuh. Bahkan, ketika sudah parah dapat mengalami diare dan mata merah.
Dengan demikian, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan isolasi jika muncul gejala campak dan melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.
“Kalau misalnya sudah ada tanda-tanda atau gejala awal seperti batuk, pilek kita sarankan untuk isolasi dulu di rumah apalagi sudah muncul ruam-ruam,” tuturnya.
Lebih lanjut, dalam mencegah penyakit campak, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Selain itu, imunisasi terhadap balita juga penting dilakukan. Menurutnya imunisasi akan dapat mengurangi dampak terhadap gejala campak.
“Imunisasi yang penting, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk tidak tertular sama sekali tidak, tapi setidaknya paling tidak 80 persen kalau sudah imunisasi itu akan mengurangi gejala,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com




