Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 1,31 persen ke level 7.598,80 pada hari ini Selasa (14/4/2026), dan terus menunjukkan penguatan di awal sesi.
Sentimen pasar saat ini juga mulai stabil. Market sedang bullish atau mengalami tren kenaikan harga atau menguat, namun tetap fluktuatif. Sehingga beprotensi terjadi pembalikan arah tren harga saham dan micro swing dalam satu hari.
Berikut ini 5 saham potensial untuk scalping hari ini Selasa, 14 April 2026.
BMRI – PT Bank Mandiri Tbk
BMRI merupakan saham bank dengan nilai transaksi besar dan menjadi salah satu saham penggerak di IHSG.
Saham ini dinilai responsif terhadap aliran dana asing. BMRI cocok untuk scalping karena likuiditasnya tinggi, pergerakannya mudah dibaca karena seringkali mengikuti IHSG, dan sering muncul intraday pullback & rebound.
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
BBRI menjadi salah satu saham dengan volume terbesar di pasar dan aktif saat terjadi rotasi dana asing. BBRI cocok untuk scalping karena banyak micro swing dalam 1 sesi, pola rebound cepat setelah koreksi, dan mudah entry–exit.
PADI – PT. Minna Padi Investama Sekuritas Tbk
PADI memiliki karakter high volatility & spekulatif. Saham ini sering bergerak cepat saat market aktif. Saham ini cocok untuk scalping karena range intraday lebar, sering muncul spike tiba-tiba, dan cocok untuk momentum cepat.
BBCA – PT. Bank Central Asia Tbk
Sebagai saham bluechip yang super likuid dan menjadi penopang indeks, BBCA layak masuk watchlist. Sahm ini juga cenderung stabil dan tetap menghasilkan micro movement.
BBCA cocok untuk scalping spread tipis, aman untuk scalping konservatif, dan konsisten mengikuti arah market
NCKL – PT Trimegah Bangun Persada Tbk
Sebagai saham nikel, NCKL diuntungkan dengan adanya sentimen komoditas & EV (Electric Vehicle). Pergerakan saham ini sering agresif saat sektor energi aktif.
Saham ini cocok untuk scalping karena volatilitas tinggi, sering breakout intraday, dan momentum kuat saat ada sentimen sektor. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






