Jasad Pria Ditemukan di Sungai Mrican Jombang dengan Luka di Leher, Ada Kemungkinan Tindak Pidana

Mitrapost.com – Jasad pria di aliran sungai Mrican, Jombang, Jawa Timur, disebut memiliki luka parah di bagian leher. Selain itu, saat ditemukan, posisinya tengkurap, sementara kondisinya nyaris tanpa busana.

Sebelumnya, jasad pria tersebut ditemukan oleh warga Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, pada Minggu (12/4/2026) siang.

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan turut mengonfirmasi adanya luka-luka di wajah dan leher. Setelah dievakuasi, jasad tersebut dilakukan autopsi oleh tim forensik untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

“Ada dugaan luka pada leher dan pipi. Untuk mengetahui pasti mayat ini meninggal secara wajar atau ada dugaan tindak pidana, kita tunggu hasil autopsi,” kata Ardi, Senin (13/4/2026), dikutip CNN Indonesia.

Proses autopsi juga dilakukan untuk mengetahui apakah kematian korban berkaitan dengan tindak pidana atau faktor lainnya. Petugas kepolisian juga melakukan penyelidikan dengan memeriksa lokasi penemuan jasad dan menghimpun keterangan saksi.

“Yang pasti kita berupaya maksimal untuk memberikan keadilan kepada korban,” kata dia.

Informasi terbaru, terungkap identitas mayat pria tersebut merupakan warga Kediri, inisial AR (36). Ia disebut meninggalkan rumah sejak hari Jumat (10/4/2026) dengan membawa sepeda motor dan ponsel.

“Identitas jenazah inisial AR, usia 36 tahun, alamat Kecamatan Gurah, Kediri,” jelas Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander, Senin (13/4/2026), dikutip Detik.

Berdasarkan autopsi oleh tim dokter forensik dari RS Bhayangkara Kediri, kematian korban dianggap tidak wajar atau kemungkinan menjadi korban tindak pidana.

“Hasil autopsi kematian tidak wajar (dugaan korban tindak pidana),” tandas Dimas. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati