Mitrapost.com – Pada penutupan sesi pertama perdagangan Senin (8 Juni 2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok 160,45 poin atau sebesar 2,87% ke level 5.434,30, dengan tekanan terbesar berasal dari saham-saham berkapitalisasi besar.
Untuk perdagangan Selasa, 9 Juni 2026, IHSG masih berpotensi bergerak volatil. Namun setelah koreksi yang cukup dalam di beberapa hari terakhir, peluang technical rebound selektif mulai terbuka, terutama pada saham dengan tekanan berlebihan tetapi tetap memiliki fundamental dan likuiditas kuat.
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
BBRI berpotensi menjadi salah satu kandidat rebound karena merupakan saham perbankan dengan likuiditas tertinggi di pasar. Dalam kondisi tekanan pasar yang ekstrem, investor institusi umumnya kembali masuk ke saham-saham bank besar terlebih dahulu ketika tekanan jual mulai mereda.
Karakteristik BBRI yang defensif terhadap volatilitas pasar menjadikannya menarik untuk dicermati. Hal itu menjadikannya menutup perdagangan pada fase Rp2.740, dengan diprediksi mengalami kenaikan di range Rp2.795 — Rp2.877.
BBRI – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
BMRI memiliki pola yang mirip dengan BBRI sebagai representasi sektor keuangan Indonesia. Hal itu menjadikannya menutup perdagangan pada fase Rp3.840, dengan diprediksi mengalami kenaikan di range Rp3.917 — Rp4.032.
Setelah mengalami koreksi bersama pasar, saham ini berpotensi mengalami pemulihan lebih cepat apabila sentimen pasar membaik karena menjadi salah satu tujuan utama dana institusional domestik maupun asing.
ADRO – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
Di tengah tekanan pasar yang luas, saham berbasis sumber daya cenderung memiliki daya tahan lebih baik dibanding sektor yang sangat bergantung pada konsumsi dan pertumbuhan ekonomi, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.240.
Selain itu, ADRO masih didukung oleh eksposur pada bisnis energi dan sumber daya yang relatif defensif terhadap gejolak pasar saham jangka pendek dengan diprediksi mengalami kenaikan pada range Rp2.285 — Rp2.374.
ANTM – PT Aneka Tambang Tbk
ANTM menjadi salah satu saham yang menarik ketika pasar mulai mencari peluang rebound dari sektor komoditas, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.750.
Narasi hilirisasi mineral nasional dan posisi ANTM dalam rantai pasok logam strategis tetap menjadi faktor pendukung yang dapat menarik kembali minat beli setelah tekanan jual mereda. Hal ini membuat saham ini diprediksi mengalami kenaikan pada range Rp2.832 — Rp2.915.
TLKM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
TLKM memiliki karakter defensif yang umumnya lebih diminati saat kondisi pasar tidak menentu. Hal itu menjadikannya menutup perdagangan pada fase Rp2.760, dengan diprediksi mengalami kenaikan di range Rp2.815 — Rp2.870.
Stabilitas bisnis, arus kas yang relatif kuat, dan posisi dominan di industri telekomunikasi membuat saham ini berpotensi menjadi tujuan rotasi dana ketika investor mengurangi eksposur pada saham yang lebih agresif. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com



