Mitrapost.com – Konvoi anggota perguruan silat di Boyolali berujung pada terjadinya penyerangan. Peristiwa itu terjadi pada Senin (29/6/2026) dini hari.
Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih mengungkapkan bahwa kejadian bermula dari anggota perguruan silat yang mengikuti prosesi pengesahan warga baru di Dukuh Getahsari, Desa Gladagsari, Kecamatan Gladagsari pada Minggu (28/6/2026) malam.
Setelah itu, sejumlah anggota melakukan konvoi dengan sepeda motor. Banyaknya anggota yang konvoi menyebabkan mobil pemadam kebakaran sempat terhambat. Akibatnya, pemadaman pun dilakukan dengan alat pemadam ringan (APAR).
Sejumlah anggota konvoi juga sempat melempari batu sebuah bengkel spesialis kaki-kaki mobil, OJ Shock di Jalan Semarang-Solo, Kecamatan Teras. Akibatnya, sejumlah kendaraan milik pelanggan bengkel mengalami kerusakan.
“Bengkelnya dihujani batu besar. Sebagian mengenai mobil pelanggan, sebagian lagi menghujam atap galvalum,” ujar pemilik bengkel, Ardi (53) dilansir dari Kompas.
Tiga mobil pelanggan rusak. Kaca belakang kendaraan pecah dan sejumlah bodi peyok. Kerugian ditaksir mencapai Rp40 juta. Karyawan bengkel sendiri mengamankan diri dengan lari ke belakang saat kejadian.
Sementara itu, insiden penyerangan terjadi di Trosobo, Kecamatan Sambi. Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih mengatakan bahwa ada empat orang yang mengendarai dua sepeda motor menghadang rombongan konvoi 14 orang yang mengendarai tujuh sepeda motor.
“Di situ langsung menghadang, turun, langsung membacokkan atau menyabetkan sajam,” paparnya.
Akibatnya, dua anggota silat mengalami luka sabetan senjata tajam. Pelaku kemudian membakar sepeda motor Honda PCX milik korban.
“Informasi yang kami dapat dari lokasi itu, yang menghadang memakai topeng,” ujarnya.
Beberapa menit kemudian, penyerangan kembali terjadi di Kecamatan Banyudono. Dua anggota silat yang berhenti untuk buang air kecil diserang oleh empat orang menggunakan senjata tajam.
Pelaku juga menyiram motor korban dengan bahan bakar dan membakarnya sebelum akhirnya melarikan diri. Polisi pun menyelidiki kemungkinan pelaku merupakan kelompok yang sama.
“Waktu kejadian di Sambi sekitar pukul 00.30 WIB, sedangkan di Banyudono sekitar pukul 01.00 WIB. Kayaknya bersamaan waktunya karena modus kegiatannya persis sekali antara Banyudono dengan Sambi,” ujarnya.
Pendalaman pun dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku.
“Untuk selanjutnya, kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap terduga pelaku,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, empat anggota silat mengalami luka akibat serangan senjata tajam. Dua korban di Kecamatan Sambi mengalami luka cukup serius. Salah seorang korban harus menjalani 13 jahitan, sedangkan korban lainnya mengalami tiga luka bacok di bagian punggung. Keduanya menjalani perawatan di RS Asy Syifa Sambi. Sementara itu, dua korban lainnya yang diserang di Kecamatan Banyudono dirawat di RS Indriati. (*)
Redaksi Mitrapost.com



