BPBD Pati Catat Awal Juli 2026 Belum Ada Kekeringan di Tingkat Desa

Pati, Mitrapost.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mencatat di awal bulan Juli 2026 ini belum ada desa yang mengalami kekeringan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya mengatakan, meski belum ada permintaan air bersih di tingkat desa, pihaknya tetap mempersiapkan antisipasi kekeringan tersebut.

“Di awal Juli belum ada masyarakat yang mengeluh atau memohon bantuan air bersih kepada BPBD,” kata Martinus.

Dalam menghadapi kekeringan di tingkat desa, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah empat truk tangki dan delapan tandon air. Hal tersebut diperuntukkan untuk melakukan droping bantuan air bersih kepada desa-desa yang membutuhkan.

“Ada empat unit tangki yang kita siapkan untuk mengantisipasi musim kemarau ini. Tandon air saat ini BPBD masih ada kurang lebih delapan tandon air yang siap kita bantukan kepada desa-desa yang membutuhkan bantuan air,” jelasnya.

Martinus mengaku bahwa truk tangki dan tandon air itu memiliki kapasitas 5.000 liter. Terkait peminjaman tandon air, Martinus mengatakan pihak desa bisa langsung melakukan koordinasi dengan BPBD Pati.

“Silahkan pemerintah desa yang membutuhkan tandon air bisa komunikasi dengan kami BPBD dan nanti kita akan pinjam pakaikan selama musim kemarau ini,” imbuhnya.

Dijelaskan Martinus bahwa bulan Juli ini mulai masuk hari tanpa hujan. Hal tersebut, berpengaruh terhadap kurangnya air bersih.

“Di Juli ini harus kita mulai waspada, karena hari tanpa hujan itu sudah mulai masuk juga di wilayah Kabupaten Pati,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Tengah, puncak musim kemarau bakal terjadi di bulan Agustus dan September.

Meski awal bulan Juli 2026 ini belum adanya kekeringan. Namun, Martinus tetap mengingatkan adanya potensi kekeringan terhadap 96 desa di tujuh kecamatan. Oleh karena itu, Martinus menghimbau kepada masyarakat Bumi Mina Tani untuk bijak dalam menggunakan air bersih.

“Kalau tahun kemarin di catatan kami itu kurang lebih ada di 96 desa di wilayah Kecamatan Jaken, Jakenan, Pucakwangi, Winong, Tambakromo, sebagai Gabus, sebagian Kayen,” pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati