Pati, Mitrapost.com – Volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati terus mengalami peningkatan. Tahun 2026 ini, kenaikan volume sampah cukup signifikan.
Kepala Bidang Kebersihan, Persampahan dan Pertamanan DLH Kabupaten Pati, Henri Setiawan menyebut, tahun ini volume sampah di TPA Sukoharjo mencapai 210 ton per hari. Jumlah itu mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan tahun 2025 lalu yang mencapai 190 ton per hari.
“Peningkatan jelas volume sampah yang masuk ke TPA paling tidak di tahun 2026 ini ada peningkatan, sekitar yang semula hitungan kami 190 ton per hari, ini hampir 210 ton per hari,” ujar Henri kepada Mitrapost.com.
Ia menyebut, ratusan ton sampah itu berasal dari 15 kecamatan di sejumlah desa. Rata-rata kenaikan itu berasal dari sampah rumah tangga.
“Hampir di sekitar 15 kecamatan tetapi tidak keseluruhan. Jadi kita ambil di kecamatan itu hanya beberapa desa,” jelas dia.
Dengan adanya kenaikan itu, DLH Kabupaten Pati telah berupaya menurunkan volume sampah dengan menggandeng investor.
Sebelumnya, pihaknya mencatat ada 17 investor yang mulai tertarik. Belasan investor tersebut juga telah melakukan survei di TPA Sukoharjo Pati. Namun hingga kini belum ada realisasi.
“Kemarin kami mengusulkan ternyata tidak masuk. Sehingga saya menerima investor usulan dari pusat dan sebagainya itu sudah hampir 17 kali investor yang datang di Kabupaten Pati. Cuma perkenalan dan melihat TPA setelah itu tidak ada tindak lanjutnya,” imbuhnya.
Menurutnya, kerja sama itu tak kunjung terealisasi lantaran investor membutuhkan tipping fee atau biaya retribusi pengelolaan sampah. Hal itu dinilai bakal memberatkan Pemkab Pati.
“Kita masih bersikukuh terkait tidak adanya tipping fee. Karena kita ke depannya adanya tipping fee itu memberatkan Pemda,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com




