Mitrapost.com – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mengajukan usulan strategis terkait dengan peningkatan dan perluasan jangkauan penerima manfaat program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, menyinggung terkait kalangan santri di pondok pesantren yang menjadi salah satu kelompok sasaran prioritas, yang dinilai sangat membutuhkan intervensi gizi dari pemerintah melalui program MBG.
Menurutnya, usulan tersebut disampaikan mengingat jangkauan MBG bagi kalangan santri memang perlu dilakukan perluasan lantaran angka keterjangkauannya yang dinilai masih sangat minim.
Berdasar pada data resmi dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Gizi Nasional (BGN) RI per 28 Juli 2026, baru ada sebanyak 61.195 dari total populasi 4.268.848 santri di Indonesia atau sekitar 1,43 persen yang telah menjadi penerima manfaat program MBG.
“Kelompok santri ini boleh dikatakan sebagai pihak yang paling memerlukan sentuhan program gizi, namun ternyata baru sekitar satu persen yang bisa tersentuh. Ini yang perlu kita dorong bersama,” jelas Nasaruddin.
Meski Nasaruddin menyebut jika sebagian besar pondok pesantren di Indonesia sudah memiliki dapur umum secara mandiri untuk melayani kebutuhan makan para santri, namun secara umum intervensi MBG dinilai tetap penting guna meningkatkan standar angka pemenuhan gizi.
Kemudian, pihaknya juga tetap memastikan bahwa struktur yang ada di bawah Kemenag RI siap bersinergi secara penuh untuk dapat mengambil langkah proaktif.
“Dengan data yang valid, Kementerian Agama melalui kelompok santrinya, madrasahnya, dan kelompok-kelompok lintas agama lainnya, Insyaallah akan lebih praktis untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan lembaga pengelola program ini ke depan,” pungkasnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com



