Mitrapost.com – Anggota TNI di Maluku diduga menjadi calo dalam seleksi penerimaan prajurit TNI. Pelaku berinisial Sertu LM itu menjanjikan kepada korban kelulusan dalam seleksi tersebut dengan imbalan sejumlah uang.
Salah satu korban bahkan telah memberikan Rp18.350.000 kepada Sertu LM. Namun karena korban RR tak lolos sebagaimana yang dijanjikan, orang tua korban kemudian melaporkan Sertu LM ke Pomdam XV Pattimura.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XV Pattimura Letkol Inf Adi Swastika membenarkan bahwa pihak yang dilaporkan anggota TNI Puskodalopsdam XV Pattimura.
“Yang bersangkutan memang anggota Puskodalopsdam XV Pattimura. Kami sudah berkoordinasi dengan Dansatnya, dan kasusnya sudah dilaporkan ke pihak Pomdam,” ujarnya.
Sertu LM sendiri dilaporkan sudah lama tak berdinas. Terhitung sudah dua minggu ia tak hadir tanpa izin.
“Ternyata anggota tersebut sudah THTI (Tidak Hadir Tanpa Izin) sekitar dua minggu,” ujarnya.
Diduga, aksi tersebut dilakukan saat Sertu LM tak berdinas. Saat ini, keberadaannya pun masih dalam pencarian.
“Pimpinan satuan dari Sertu LM juga tidak tinggal diam dengan persoalan ini. Langkah yang diambil pertama adalah dengan melakukan pencarian ke orang terdekatnya untuk mengetahui keberadaannya,” ujarnya.
Dalam kasus ini, pihak RR memiliki bukti transfer yang menunjukkan riwayat transaksi RR kepada Sertu LM.
“RR dinyatakan tidak lulus dalam proses seleksi. Orangtuanya LR mengaku memiliki bukti transfer dan akhirnya membawa persoalan tersebut ke Pomdam untuk mendapatkan kejelasan serta mencari keadilan,” ungkapnya.
Ia pun meminta pihak korban bersabar karena keberadaan Sertu LM masih dalam pencarian.
“Kami meminta kepada pihak yang dirugikan untuk bersabar selama proses pencarian yang sedang dilakukan,” paparnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com
